Langkah Baru BULOG di Bali, Asuransi Pertanian Jadi Jaring Pengaman Petani

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 19:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perum BULOG hadir membawa solusi perlindungan usaha tani melalui sosialisasi asuransi pertanian di Kabupaten Tabanan. (dok. rentak.id)

Perum BULOG hadir membawa solusi perlindungan usaha tani melalui sosialisasi asuransi pertanian di Kabupaten Tabanan. (dok. rentak.id)

TABANAN – Ancaman gagal panen akibat cuaca ekstrem dan serangan hama kini tak lagi bisa dipandang sebelah mata. Di tengah ketergantungan masyarakat Bali terhadap sektor pertanian, Perum BULOG hadir membawa solusi perlindungan usaha tani melalui sosialisasi asuransi pertanian di Kabupaten Tabanan.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Bulog Peduli Petani, BULOG menggelar kegiatan sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman petani tentang pentingnya perlindungan risiko usaha tani. Program ini dirancang sebagai langkah antisipatif menghadapi dampak perubahan iklim, organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga bencana alam yang kian tak terduga.

Kabupaten Tabanan dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama di Provinsi Bali, dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 19.000–23.000 hektare yang dikelola melalui sistem subak. Sebagian besar masyarakat menggantungkan penghidupan dari sektor ini, sehingga diperlukan skema mitigasi risiko yang terencana dan berkelanjutan guna menjaga kesinambungan usaha tani serta kesejahteraan petani.

Kegiatan sosialisasi tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan yang diwakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia beserta jajaran, Pemerhati Industri Pertanian sekaligus Pakar Asuransi Pertanian Dr. Iskandar Roshan, Kepala Bagian Pengembangan Produk Asuransi Umum Askrindo Eko Supriyanto, Business Head Bisnis BUMN Agus Sulistyono, serta Manajer TJSL Perum BULOG Tri Augusta DS. Sebanyak 35 petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan peserta lainnya turut mengikuti kegiatan ini.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai manfaat asuransi pertanian sebagai perlindungan finansial, tata cara pendaftaran, mekanisme klaim, serta pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai risiko usaha tani. Dengan pemahaman ini, petani diharapkan memiliki jaring pengaman yang memadai agar aktivitas pertanian tetap berjalan secara berkelanjutan.

Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG, Sudarsono Hardjosoekarto, menjelaskan bahwa melalui Program TJSL Bulog Peduli Petani, BULOG melakukan uji coba penerapan asuransi pertanian berbasis perubahan iklim atau asuransi parametrik di Kabupaten Tabanan dan sejumlah daerah lainnya. Skema ini dikombinasikan dengan asuransi konvensional (indemnity) untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal.

“Asuransi parametrik memungkinkan proses klaim yang lebih sederhana dan cepat karena berbasis parameter iklim seperti curah hujan dan suhu. Pada tahap uji coba ini, premi asuransi ditanggung penuh oleh BULOG agar petani bisa langsung merasakan manfaatnya,” ujar Sudarsono, Rabu (28/1/2026)

Ia menambahkan, perlindungan terhadap produksi petani menjadi kepentingan strategis BULOG dalam menjaga keberlanjutan pasokan padi dan beras nasional.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia menyampaikan apresiasi atas inisiatif BULOG dalam memperkenalkan skema asuransi parametrik sebagai bentuk perlindungan baru bagi petani. Menurutnya, program ini melengkapi skema asuransi pertanian yang telah berjalan dan akan diterapkan secara selektif melalui kelompok tani (gapoktan) yang aktif dan produktif.

“Sebagai proyek percontohan, program ini sangat strategis untuk menjadi bahan evaluasi dan rujukan kebijakan ke depan agar petani memperoleh perlindungan usaha tani yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Program ini sejalan dengan pilar pembangunan sosial TJSL BULOG serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2: Tanpa Kelaparan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara BULOG, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sektor pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.

Melalui Bulog Peduli Petani, Perum BULOG menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan nilai tambah bagi masyarakat, mendorong petani yang lebih tangguh dan teredukasi, serta berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru