Krisis Venezuela Jadi Alarm, DPR Minta Indonesia Perkuat Ketahanan Energi

- Penulis

Senin, 5 Januari 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari (dok. rentak.id)

Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari (dok. rentak.id)

Jakarta, MI –  Anggota Komisi XII DPR RI, Ratna Juwita Sari, menegaskan bahwa ketahanan energi nasional bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan strategis bagi Indonesia di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Hal tersebut disampaikan Ratna menyusul kembali memanasnya krisis di Venezuela yang dinilai berpotensi memicu gejolak internasional, khususnya di sektor energi dan minyak bumi. Menurutnya, Indonesia tidak boleh lengah terhadap dampak tidak langsung dari konflik global yang dapat menjalar hingga kawasan Asia.

“Terlepas dari faktor politik dan kepentingan global, yang paling penting bagi Indonesia adalah memperkuat ketahanan energi kita sendiri. Krisis di Venezuela berpotensi berdampak ke Asia, termasuk Indonesia. Sejak awal, konflik dan tekanan internasional terhadap Venezuela tak bisa dilepaskan dari persoalan minyak,” ujar Ratna di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, kasus Venezuela menjadi bukti bahwa energi tidak lagi sekadar komoditas ekonomi, melainkan telah menjelma menjadi instrumen geopolitik yang mampu menentukan stabilitas sebuah negara.

Sekretaris DPP PKB Bidang Sumber Daya Alam tersebut memaparkan setidaknya tiga pelajaran penting bagi Indonesia. Pertama, kekayaan energi tidak otomatis menjamin kedaulatan nasional. Venezuela, meski memiliki cadangan minyak besar, justru menjadi rentan akibat ketergantungan pada satu sektor energi, minimnya diversifikasi, serta lemahnya tata kelola.

Kedua, energi kerap dijadikan pintu masuk intervensi ekonomi dan politik. Oleh karena itu, Ratna mendorong agar kebijakan energi nasional dirancang secara mandiri dan tidak mudah terpengaruh dinamika global.

Ketiga, kedaulatan energi merupakan bagian tak terpisahkan dari ketahanan nasional. Ia menekankan bahwa isu energi harus dipandang sebagai strategi besar yang berkaitan langsung dengan ketahanan ekonomi, sosial, dan stabilitas politik nasional.

“Indonesia tidak boleh menunggu krisis datang baru bereaksi. Kasus Venezuela harus menjadi alarm dini bahwa ketahanan energi adalah fondasi utama kedaulatan negara,” tegasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka
Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 20:27 WIB

Kasus Penyadapan Nomor Telepon Presiden Terbongkar, Tiga Orang Jadi Tersangka

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Berita Terbaru