Kemendikdasmen: Sekolah Terdampak Bencana Tetap Mulai Semester Genap 5 Januari 2926

- Penulis

Jumat, 2 Januari 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelajar di Sumut, Sumbar dan Aceh siap belajar (ilustrasi ai-rentak.id)

Ilustrasi pelajar di Sumut, Sumbar dan Aceh siap belajar (ilustrasi ai-rentak.id)

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sebanyak 85 persen sekolah yang terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara siap melaksanakan pembelajaran semester genap mulai 5 Januari 2026. Kepastian ini menjadi bagian dari langkah pemulihan layanan pendidikan pascabencana di tiga wilayah tersebut.

Pelaksanaan pembelajaran akan dilakukan secara aman dan adaptif, dengan menyesuaikan kondisi di masing-masing daerah terdampak. Kemendikdasmen menegaskan bahwa keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan tetap menjadi prioritas utama, tanpa mengabaikan pemenuhan hak belajar anak.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam taklimat media di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, Selasa, (30/12/2025).

Ia menekankan bahwa pihaknya memberikan fleksibilitas kepada satuan pendidikan dalam menyesuaikan metode pembelajaran selama masa pemulihan pascabencana.

“Dalam kondisi pemulihan seperti ini, anak-anak tetap harus belajar dan hak pendidikannya harus terpenuhi. Karena itu, kami memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran sesuai situasi di lapangan,” ujar Abdul Mu’ti.

Berdasarkan data Kemendikdasmen per 30 Desember 2025, tercatat sebanyak 4.149 satuan pendidikan terdampak bencana di tiga provinsi tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 3.508 sekolah telah kembali beroperasi, 587 sekolah masih dalam proses pembersihan, dan 54 sekolah melaksanakan pembelajaran di tenda darurat.

“Seluruh satuan pendidikan di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara ditargetkan siap menyelenggarakan pembelajaran semester genap mulai 5 Januari 2026,” kata Mendikdasmen.

Untuk mendukung kelancaran proses belajar mengajar, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari pembersihan sekolah hingga penyediaan sarana darurat. Bantuan tersebut mencakup peralatan sekolah, tenda, ruang kelas darurat, dana operasional, dukungan psikososial, serta buku bacaan.

“Secara keseluruhan, kami telah menyalurkan 27 ribu paket peralatan sekolah, 147 tenda, 160 ruang kelas darurat, 212 ribu buku bacaan, dukungan psikososial senilai Rp700 juta, serta dana operasional lebih dari Rp25 miliar,” jelas Abdul Mu’ti.

Selain sarana prasarana, Kemendikdasmen juga menyiapkan fleksibilitas kurikulum melalui penerapan Kurikulum Penanggulangan Dampak Bencana. Pada fase tanggap darurat (0–3 bulan), kurikulum disederhanakan dengan fokus pada literasi dasar, numerasi dasar, dukungan psikososial, serta edukasi mitigasi bencana.

Memasuki fase pemulihan dini (3–12 bulan), kurikulum secara bertahap disesuaikan ke mata pelajaran relevan, disertai penyesuaian jadwal pembelajaran dan asesmen transisi. Sementara pada fase pemulihan lanjutan (1–3 tahun), kurikulum diarahkan pada integrasi pendidikan kebencanaan, penguatan kualitas pembelajaran, pembelajaran inklusif berbasis ketahanan, serta sistem monitoring dan evaluasi pendidikan darurat.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, Kemendikdasmen juga menyalurkan tunjangan khusus bagi guru dan tenaga kependidikan di wilayah terdampak. Di Aceh, tunjangan disalurkan sebesar Rp15,7 miliar untuk 7.861 penerima. Di Sumatra Barat sebesar Rp5,5 miliar untuk 2.795 penerima, dan di Sumatra Utara sebesar Rp11,5 miliar untuk 5.783 penerima.

“Kami berharap dukungan ini dapat membantu para pendidik tetap menjalankan tugasnya secara optimal di tengah kondisi pemulihan,” pungkas Abdul Mu’ti.

Kemendikdasmen mengimbau seluruh satuan pendidikan untuk terus memantau kondisi lingkungan sekolah, memperkuat koordinasi dengan unit pelaksana teknis Kemendikdasmen, dinas pendidikan, serta pihak terkait lainnya. Dengan berbagai langkah tersebut, Kemendikdasmen optimistis layanan pendidikan di daerah terdampak bencana dapat terus berjalan sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun sistem pendidikan yang tangguh dan berkelanjutan.

Penulis : amanda az

Editor : ameri

Berita Terkait

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan
Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa
Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun
Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran
Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas
Peringatan Hardiknas 2026 di MA Khomsani Nur: Upacara Meriah dengan Nuansa Kebhinekaan
Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon
Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 19:55 WIB

Guru Besar USU: Komunikasi Bunglon Jadi Strategi Politik Modern Pertahankan Kekuasaan

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:57 WIB

Kemendikdasmen dan Kejaksaan Perkuat Pengawasan PIP 2026, Bantuan Pendidikan untuk 19,48 Juta Siswa

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:40 WIB

Kemenag Buka Beasiswa Akselerasi untuk Santri, S1 hingga S2 Bisa Tuntas 4 Tahun

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:52 WIB

Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 576 Sekolah di NTT, Ribuan IFP Disalurkan untuk Digitalisasi Pembelajaran

Senin, 4 Mei 2026 - 17:11 WIB

Revitalisasi 72 Sekolah di Kalteng Diresmikan, Wamendikdasmen Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas

Berita Terbaru