Hikmah Rezeki: Meneladani Cicak, Ayam, dan Janji Allah dalam Hud Ayat 6

- Penulis

Rabu, 26 November 2025 - 00:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi meneladani Cicak dan Ayam (dok. rentak.id)

Ilustrasi meneladani Cicak dan Ayam (dok. rentak.id)

CICAK  DAN AYAM  adalah dua hewan kecil yang membawa pelajaran besar tentang yakin dan tawakal. Cicak hidup merayap, sementara makanannya—serangga—terbang bebas di udara.

Secara kasat mata peluangnya tampak kecil, namun dengan keyakinan, ketenangan dan kesabaran, cicak tetap memperoleh rezekinya dari serangga yang lengah.

Andaikan cicak memiliki sayap, justru bisa membuat serangga lebih waspada dan sulit ditangkap—menunjukkan bahwa ketentuan Allah selalu paling tepat.

Ayam juga menghadirkan contoh sederhana tentang keyakinan. Setiap hari ia mengais tanah dengan paruh dan cakarnya, mencari sisa makanan atau serangga kecil. Cicak mencontohkan sifat tawakkal.

Ia tidak menimbun, tidak gelisah berlebihan; hanya terus berusaha dan menerima apa yang diberikan.

Keyakinannya teguh: setiap hari pasti Allah memberikan makanan, selama ia bergerak, rezekinya tidak akan hilang.

Pelajaran ini sejalan dengan firman Allah dalam Surat Hud ayat 6:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
“Dan tidak ada suatu makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan Allah-lah yang menjamin rezekinya, dan Dia mengetahui tempat menetapnya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang jelas.”

Ayat ini menegaskan bahwa rezeki setiap makhluk telah dijamin. Tugas manusia hanyalah mensyukuri apa yang ada, berusaha dengan baik, tidak serakah, dan menerima bagian yang ditetapkan Allah.

Bahkan seorang bayi pun, sebelum lahir ke dunia, air susunya telah disiapkan melalui ibunya—bukti bahwa rezeki hadir lebih dulu daripada manusianya.

Semoga kita mampu mengambil hikmah: menjaga syukur, menguatkan tawakal, dan memelihara keyakinan bahwa apa yang Allah tetapkan selalu cukup bagi siapa pun yang yaqin dan berusaha.

Penulis : atz

Editor : redaksi

Berita Terkait

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terbaru