Jerry Nababan: Target RDTR Digital ATR/BPN 2026 Adalah Game Changer Bagi Investasi dan Kepastian Hukum

- Penulis

Rabu, 24 September 2025 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jerry Nababan di Hotel Seruni

Jerry Nababan di Hotel Seruni

JAKARTA – Komitmen Kementerian ATR/BPN yang menargetkan 300 Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) digital pada 2026 mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari kalangan praktisi hukum.

Jerry Nababan, seorang Praktisi Hukum dari Kantor Hukum JHN & Partner, menilai langkah strategis yang diusung Menteri ATR/BPN Nusron Wahid ini bukan sekadar program digitalisasi, melainkan sebuah terobosan fundamental yang akan menjadi game changer dalam menciptakan iklim investasi yang sehat dan memberikan kepastian hukum yang lebih besar. Hal itu dikatakan  Jerry Nababan, menanggapi hasil Rapat Koordinasi Finalisasi Paket Ekonomi, Senin (22/9/2025).

“Dalam praktik hukum, khususnya yang menyangkut properti dan perizinan berusaha, ketidakjelasan tata ruang adalah pangkal dari banyak masalah. Mulai dari sengketa lahan, pembatalan perizinan, hingga konflik dengan masyarakat. Target 300 RDTR digital yang terintegrasi dengan sistem OSS, seperti yang disampaikan Bapak Menteri Nusron Wahid, adalah solusi yang tepat sasaran,” ujar Jerry Nababan, Rabu (24/9/2025).

Jerry menjelaskan, dengan RDTR yang terdigitalisasi dan terintegrasi, proses penerbitan KKPR yang bisa dipangkas menjadi 2-3 hari memiliki dampak hukum yang signifikan.

“Efisiensi waktu ini berarti mengurangi ketidakpastian. Investor dapat dengan cepat dan mudah mengakses informasi yang akurat tentang suatu kawasan. Ini meminimalkan legal risk dan biaya due diligence yang selama ini sering menjadi hambatan. Apa yang dilakukan Kementerian ATR/BPN pada dasarnya adalah memangkas biaya transaksi (transaction cost) dalam berinvestasi,” paparnya.

Lebih lanjut, Jerry Nababan menyoroti positif kolaborasi ATR/BPN dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) dalam penyediaan peta dasar. “Ketersediaan peta dasar skala 1:5.000 yang akurat adalah fondasi dari RDTR yang kredibel. Tanpa fondasi yang kuat, RDTR rentan terhadap penafsiran ganda dan sengketa di kemudian hari. Langkah sistematis dari BIG untuk menyelesaikan peta dasar per pulau hingga 2029 menunjukkan keseriusan pemerintah membangun sistem yang berintegritas,” tambahnya.

Sebagai praktisi yang banyak menangani kasus korporasi, Jerry juga sependapat dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto agar memprioritaskan wilayah pusat pertumbuhan ekonomi.

“Memprioritaskan RDTR di kawasan seperti Sulawesi, Jawa bagian utara, dan Sumatra bagian timur adalah langkah yang cerdas. Dengan memberikan kepastian tata ruang di wilayah-wilayah ‘prime’ ini terlebih dahulu, pemerintah secara efektif menarik investasi berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang terencana dan minim konflik,” ujarnya.

Jerry Nababan menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa program percepatan RDTR digital ini sejalan dengan prinsip good governance.

“Kami dari Kantor Hukum JHN & Partner mendukung penuh langkah ini. Transparansi dan aksesibilitas informasi tata ruang melalui digitalisasi adalah wujud nyata dari pemerintahan yang akuntabel. Ini bukan hanya tentang percepatan perizinan, tetapi tentang membangun landasan hukum yang kokoh untuk pembangunan Indonesia ke depan,” pungkas Jerry.

Penulis : lazir

Editor : guntar

Berita Terkait

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Berita Terbaru