Kemendikdasmen Ajak 76 Mitra Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan PAUD di Indonesia

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 07:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikdasmen resmi menjalin kerja sama dengan 76 mitra strategis. (dok. rentak.id)

Kemendikdasmen resmi menjalin kerja sama dengan 76 mitra strategis. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi menjalin kerja sama dengan 76 mitra strategis untuk memperkuat fondasi pendidikan anak usia dini di Indonesia.

Kolaborasi ini diresmikan melalui acara Sarasehan Mitra: Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Anak Usia Dini yang berlangsung di Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Strategi Partisipasi Semesta untuk Pendidikan Bermutu

Direktur Jenderal PAUD Dikdasmen, Gogot Suharwoto, menekankan bahwa kemitraan ini merupakan bagian dari strategi Partisipasi Semesta.

“Kami menyadari bahwa peningkatan mutu pendidikan Indonesia membutuhkan dukungan dari semua pihak. Jenjang PAUD menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi emas Indonesia di masa depan,” ujar Gogot,  Kamis (4/9/2025).

Sejak Januari 2025, Kemendikdasmen bersama para mitra telah melakukan asistensi untuk menyelaraskan program prioritas pemerintah dengan rencana kerja para mitra. Hingga kini, 76 mitra tersebut telah merumuskan program kolaborasi yang berfokus pada peningkatan akses, mutu, penguatan karakter, serta tata kelola PAUD.

Ragam Mitra dan Bentuk Kerja Sama

Dari total 76 mitra yang terlibat:

32 berasal dari organisasi mitra,

31 dari dunia usaha, industri, LSM, dan organisasi internasional,

10 dari komunitas, dan

5 dari perguruan tinggi.

Bentuk kerja sama yang dijalin meliputi:

Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM),

Advokasi pemerintah daerah dan masyarakat,

Bantuan sarana dan prasarana (Sarpras),

Publikasi dan komunikasi,

Riset dan kajian implementasi program prioritas.

Salah satu hasil nyata dari kemitraan ini adalah penyediaan Pustaka Mainan untuk daerah afirmasi dan Pojok Baca bagi satuan PAUD.

“Pustaka Mainan akan menjadi ruang bagi anak-anak untuk bermain sekaligus mendapat stimulasi tumbuh kembang. Sedangkan Pojok Baca menciptakan lingkungan kaya literasi sejak dini,” jelas Gogot.

Tantangan dan Arah Perbaikan PAUD

Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Nia Nurhasanah, mengajak seluruh pihak untuk bergerak bersama memperkuat pendidikan anak usia dini. Ia menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi saat ini, seperti angka partisipasi PAUD usia 5–6 tahun yang baru mencapai 74,15 persen, serta akreditasi di mana 54,87 persen satuan PAUD baru terakreditasi minimal B.

“Ini bukan hambatan, melainkan pemicu semangat. Dengan kolaborasi, tantangan ini bisa kita atasi bersama,” tegas Nia.

Mengutip data UNICEF, Nia menjelaskan bahwa anak-anak yang mengikuti PAUD memiliki kompetensi literasi dan numerasi lebih baik, serta lebih siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya.

“Bermain adalah cara anak belajar. PAUD hadir untuk mendukung orang tua dalam memberikan stimulasi optimal selama masa emas pertumbuhan otak anak,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi Catur Pusat Pendidikan yang terdiri dari keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan media, untuk menciptakan lingkungan kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Penandatanganan PKS dan Rencana Tindak Lanjut

Acara sarasehan ditutup dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dan Rencana Tindak Lanjut (RTL) antara Ditjen PAUD Dikdasmen dan seluruh mitra strategis.

“Kita adalah satu tim dengan satu tujuan: PAUD Bermutu untuk Semua,” pungkas Nia.

Dengan terjalinnya kemitraan ini, Kemendikdasmen berharap dampaknya dapat dirasakan langsung oleh anak-anak, orang tua, hingga pemerintah daerah, sehingga pendidikan anak usia dini di Indonesia semakin berkualitas dan merata.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Sabtu, 11 April 2026 - 09:07 WIB

Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB