RENTAK.ID – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, menilai Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) berperan strategis dalam membangun kualitas keluarga.
“Gerakan ini sederhana, tapi sangat penting. Ayah adalah ‘vitamin’ bagi perkembangan mental anak,” ujarnya di Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Wihaji menegaskan, kehadiran ayah tidak hanya soal kontribusi ekonomi. “Anak-anak juga membutuhkan sentuhan psikologis, percakapan hangat, dan waktu sederhana untuk bercengkerama bersama ayah. Jika ayah tidak hadir secara fisik, sering kali anak hanya ditemani gawai. Padahal kehadiran nyata ayah sangat penting,” katanya.
Data UNICEF mencatat 20,9 persen anak di Indonesia kehilangan sosok ayah, sebuah fenomena yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan mental hingga melemahkan kepemimpinan generasi muda. Sementara itu, data BKKBN menunjukkan banyak keluarga dijalankan oleh kepala keluarga perempuan akibat perceraian atau kematian.
Melalui GATI, pemerintah mendorong keterlibatan ayah dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari mengantar anak ke sekolah hingga berbagi waktu untuk bercengkerama. “Kesadaran para ayah untuk hadir secara nyata harus dibangun, salah satunya melalui edukasi GATI,” tegas Wihaji.
Ia juga menyinggung kaitan isu fatherless dengan stunting. “Stunting bukan hanya soal asupan gizi, tetapi juga soal stimulasi dan perhatian orang tua. Di sini, ayah punya peran penting,” jelasnya.
Wihaji menutup dengan pesan kuat: “Setiap manusia punya problem, tetapi solusi selalu ada. Mari, kita mulai dari hal sederhana, dari keluarga kita sendiri. Kehadiran ayah akan melahirkan generasi penerus yang lebih kuat.”
(****)













