KPK Tetapkan Wamenaker Immanuel Ebenezer Tersangka Korupsi Sertifikasi K3

- Penulis

Jumat, 22 Agustus 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamenaker Immanuel Ebenezer diborgol KPK (dok. rentak.id)

Wamenaker Immanuel Ebenezer diborgol KPK (dok. rentak.id)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer sebagai tersangka kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan.

Selain Immanuel Ebenezer, KPK juga menetapkan 10 orang lainnya sebagai tersangka. Penetapan status hukum ini dilakukan setelah lembaga antirasuah mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu malam, 20 Agustus 2025.

“KPK selanjutnya melakukan pemeriksaan intensif dan telah menemukan sekurang-kurangnya dua alat bukti yang cukup. KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan dengan menetapkan 11 orang sebagai tersangka,” kata Ketua KPK Setyo Budiyanto dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (22/8/2025).

Daftar 10 Tersangka Lainnya

KPK merinci sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan serta pihak swasta yang ikut menjadi tersangka, yaitu:

Irvian Bobby Mahendro (Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3)

Gerry Aditya Herwanto (Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja)

Subhan (Sub Koordinator Keselamatan Kerja Ditjen Binwasnaker dan K3)

Anitasari Kusumawati (Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja)

Fahrurozi (Dirjen Binwasnaker dan K3)

Hery Sutanto (Direktur Bina Kelembagaan)

Sekarsari Kartika Putri (Subkoordinator)

Supriadi

Temurila (pihak PT KEM Indonesia)

Miki Mahfud (pihak PT KEM Indonesia)

Barang Bukti yang Diamankan

Dalam OTT tersebut, KPK turut menyita berbagai barang bukti, antara lain:

15 unit mobil

7 unit sepeda motor

Uang tunai sebesar Rp170 juta dan 2.201 dolar Amerika Serikat

Penahanan Para Tersangka

Setyo menyebut, seluruh tersangka langsung ditahan untuk 20 hari pertama, mulai 22 Agustus hingga 10 September 2025, di Rumah Tahanan (Rutan) Cabang KPK Gedung Merah Putih.

Pasal yang Disangkakan

Para tersangka dijerat dengan Pasal 12 huruf (e) dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dan Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan pejabat tinggi negara, termasuk Wamenaker, serta jajaran pejabat di kementerian yang memiliki kewenangan dalam pengurusan sertifikasi keselamatan kerja.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Habiburokhman Ingatkan Bahaya RUU Perampasan Aset, Jangan Jadi Senjata Politik
Siang Ini Febrie Adriansyah Jalani Sidang Perdana, 38 Aset Tanah Senilai Rp846 Miliar Disita
OTT Oknum Pejabat Perumdam dan Auditor BPK, LAKI Soroti Integritas Pengawasan
Aset Yayasan Cahaya Ilmu Diadukan ke Polres Sragen, Status Suzuki R3 Diminta Diusut
Izin Tinggal Stanislav–Igor Dicabut dan Igor Dicekal, Kuasa Hukum Desak Bareskrim Segera Tindak Lanjut
Putusan Praperadilan Dipersoalkan, Hakim PN Batam Dilaporkan ke Komisi Yudisial
IPW Soroti Sidak Lapas Cibinong, Ombudsman Dinilai Melampaui Kewenangan
Gen-Z Terjun ke Dunia Hukum, Yustinus Jasrin Ingin Bela Masyarakat Kecil

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Habiburokhman Ingatkan Bahaya RUU Perampasan Aset, Jangan Jadi Senjata Politik

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Siang Ini Febrie Adriansyah Jalani Sidang Perdana, 38 Aset Tanah Senilai Rp846 Miliar Disita

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 09:21 WIB

OTT Oknum Pejabat Perumdam dan Auditor BPK, LAKI Soroti Integritas Pengawasan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:02 WIB

Aset Yayasan Cahaya Ilmu Diadukan ke Polres Sragen, Status Suzuki R3 Diminta Diusut

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Izin Tinggal Stanislav–Igor Dicabut dan Igor Dicekal, Kuasa Hukum Desak Bareskrim Segera Tindak Lanjut

Berita Terbaru