Menteri Abdul Kadir Karding Minta UPN Veteran Jakarta Bentuk Migrant Center untuk Mahasiswa

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendorong Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta untuk membentuk Migrant Center. (dok. p2mi)

Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendorong Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta untuk membentuk Migrant Center. (dok. p2mi)

JAKARTA – Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding mendorong Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta untuk membentuk Migrant Center sebagai pusat pelatihan terpadu guna menyiapkan mahasiswa menghadapi peluang kerja di luar negeri.

Dorongan itu ia sampaikan saat menjadi pembicara pada acara penerimaan mahasiswa baru UPN Veteran Jakarta, Senin (11/8/2025).

“Migrant Center ini menjadi pusat pelatihan yang terintegrasi. Di dalamnya ada pelatihan bahasa, informasi pekerjaan, keterampilan, sertifikasi, hingga pengetahuan negara tujuan,” ujar Karding.

Menteri Karding menjelaskan, bekerja di luar negeri memberikan banyak manfaat positif, mulai dari transfer of knowledge, transfer of skills, perluasan jejaring internasional, hingga pembentukan mental yang tangguh.

“Setelah pulang, mereka bisa menjadi mentor dan berkontribusi membangun bangsa,” katanya.

Selain Migrant Center, Karding juga mengusulkan pembentukan Kelas Migran di kampus. Program ini fokus pada penguasaan bahasa asing, pengetahuan negara tujuan, serta penyesuaian kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja global.

“Misalnya, kampus bisa menyiapkan program untuk negara-negara prioritas seperti Jerman atau Jepang,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antara perguruan tinggi dan Kementerian P2MI akan menciptakan ekosistem yang mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, berkualitas, dan siap bersaing di kancah internasional.

Program Migrant Center dan Kelas Migran ini diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun sistem penempatan yang aman dan terencana bagi calon pekerja migran Indonesia.

Inisiatif tersebut juga sejalan dengan gagasan Sekolah Rakyat Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pendidikan praktis dan berbasis minat sebagai fondasi peningkatan kualitas SDM nasional.

Penulis : regardo

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru