Kemnaker Tegaskan Kolaborasi Pemerintah dan Industri Kunci Siapkan SDM Unggul di Era Digital

- Penulis

Kamis, 7 Agustus 2025 - 07:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi (dok. rentak.id)

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi (dok. rentak.id)

JAKARTA – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Cris Kuntadi, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri menjadi kunci utama dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif menghadapi era transformasi digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Cris saat menjadi pembicara dalam forum Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2025 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (6/8/2025), dengan mengusung tema “INDONESIAN NEXT: Leading the Digital Age with Government and Industry Collaboration.”

“Transformasi digital harus menempatkan manusia sebagai pusat dari setiap kebijakan dan inovasi. Pendekatan berpusat pada manusia, atau People Centered Approach, menjadi fondasi utama strategi ketenagakerjaan ke depan,” ujar Cris dalam paparannya.

Cris menekankan bahwa pembangunan di era digital tidak cukup hanya mengandalkan teknologi canggih, namun harus didukung oleh kualitas dan kesiapan SDM.

Ia juga menyoroti sejumlah tantangan ketenagakerjaan yang masih dihadapi Indonesia, mulai dari dominasi pekerja informal, ketimpangan kompetensi dengan kebutuhan industri, hingga tingginya angka pengangguran di kalangan generasi muda.

Sebagai solusi, Kemnaker telah menyiapkan strategi transformasi ketenagakerjaan yang berfokus pada penguatan fondasi SDM. Strategi tersebut meliputi pelatihan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri, program reskilling untuk kelompok rentan dan pekerja informal, serta penguatan hubungan industrial yang berkelanjutan.

Tak hanya itu, Cris juga menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital seperti kecerdasan buatan (AI) dalam sistem ketenagakerjaan berbasis data. Salah satunya melalui platform SIAPKerja, yang dapat mencocokkan pencari kerja dengan lowongan kerja secara real-time dan mendukung pengambilan kebijakan berbasis data pasar tenaga kerja.

Hingga semester I 2025, Kemnaker telah menjalin kolaborasi strategis dengan 21 kementerian/lembaga, 12 pemerintah daerah, dan 35 mitra pembangunan. Kerja sama ini mencakup pelatihan dan sertifikasi kompetensi SDM di berbagai sektor prioritas seperti energi, agroforestri, pariwisata, dan perlindungan pekerja migran.

“Kami percaya, dengan sinergi antara pemerintah, pelaku industri, serikat pekerja, dan lembaga pelatihan, kita dapat menciptakan SDM yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tutup Cris.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KP2MI Dapat Anggaran Rp3,9 Triliun pada 2027, Ini Fokus Penggunaannya
Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:15 WIB

KP2MI Dapat Anggaran Rp3,9 Triliun pada 2027, Ini Fokus Penggunaannya

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 08:12 WIB

DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Berita Terbaru