RENTAK.ID – Bayangkan berdiri di sebuah gedung konser yang remang, dan perlahan sosok musisi dan penyanyi legendaris dunia Arab, Abdel Halim Hafez muncul di tengah panggung. Bukan lewat layar atau potongan rekaman lawas, melainkan hadir secara visual, nyata, menyanyi, dan seolah menatap langsung ke arah penonton. Inilah pengalaman yang akan dihadirkan dalam Halim: The Hologram Concert Experience, sebuah pertunjukan lintas zaman yang akan mengguncang dunia musik dan teknologi.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ikon musik Arab tersebut akan “hidup kembali” melalui teknologi hologram interaktif yang dipadukan dengan live orchestra dan visual sinematik berskala internasional. Konser inovatif ini diprakarsai oleh DNA Production (Indonesia) dan XtendVision International, menjadikan Indonesia sebagai panggung utama dalam diplomasi budaya berbasis seni dan teknologi.
Abdel Halim Hafez bukan sekadar penyanyi. Ia adalah simbol dari satu generasi, suara revolusi, cinta, dan harapan di dunia Arab. Karya-karyanya seperti Ahwak, Zay El Hawa, hingga Qareat Al Fingan, telah melintasi batas negara dan bahasa. Bahkan, salah satu karyanya menjadi sampel dalam lagu Jay-Z Big Pimpin’, membuktikan pengaruhnya hingga lintas genre.
“Warisan seperti Abdel Halim tidak seharusnya tinggal diam di museum atau sekadar diputar di radio klasik,” ujar Sapta Nirwandar, Chairman Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC).
“Lewat konser ini, kita memperlihatkan bahwa warisan budaya bisa dihidupkan kembali melalui inovasi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai pelaku aktif dalam diplomasi kreatif global,” jelasnya.
Di balik proyek ambisius ini, terdapat visi besar, yakni menjadikan Indonesia sebagai poros budaya yang mampu menjembatani dunia Arab dan Asia Tenggara. Ini bukan sekadar konser nostalgia, melainkan panggung diplomasi yang sarat makna.
“Konser ini adalah hasil kerja sama lintas negara, lintas disiplin. Kami membawa teknologi hologram tercanggih, dan untuk pertama kalinya kami hadirkan di Asia Tenggara,” ungkap Faical Nouach, CEO XtendVision Entertainment.
“Apa yang akan disaksikan penonton bukan hanya pertunjukan, tetapi pengalaman multidimensi yang emosional dan tak terlupakan,” terang Faical Nouach.
Sebagai produser lokal yang menginisiasi proyek ini, Rina Novita, CEO DNA Production, menyebut Halim sebagai titik tolak baru bagi Indonesia dalam mempromosikan nilai-nilai universal melalui seni.
“Dengan memperkenalkan sosok besar dari budaya Arab kepada publik Indonesia, kami sekaligus membuka jalan bagi budaya kita untuk tampil ke dunia. Inilah kekuatan diplomasi kreatif, saling mengenal, saling memahami, dan akhirnya saling terhubung,” kata Rina.
Konferensi pers konser ini berlangsung pada Jumat 1 Agustus 2025 di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, dan turut dihadiri oleh tokoh-tokoh strategis dari sektor budaya, teknologi, hingga diplomasi internasional. Dukungan penuh datang dari Kementerian Luar Negeri RI, KADIN Indonesia, serta Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC).
Lewat Halim: The Hologram Concert Experience, Indonesia tak hanya menghadirkan kembali suara emas dunia Arab, tetapi juga menawarkan satu bentuk baru diplomasi seni yang mampu menggetarkan rasa, mempersatukan generasi, dan membuktikan bahwa suara yang tulus, tak akan pernah benar-benar mati. ***













