JAKARTA – Kerja sama lintas institusi kembali membuahkan hasil besar. Dua ton sabu yang hendak diselundupkan melalui kapal motor dari Thailand menuju perairan Kepulauan Riau berhasil digagalkan oleh tim gabungan yang tergabung dalam Desk Pemberantasan Narkoba. Tim tersebut terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN), TNI, Bea Cukai, dan Polri.
Keberhasilan ini mendapat apresiasi tinggi dari Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Aboe Bakar Alhabsyi. Ia menyebut penangkapan tersebut sebagai yang terbesar dalam sejarah penindakan narkotika di Indonesia.
“Ini adalah tangkapan terbesar sepanjang sejarah. Saya mengapresiasi hasil kerja luar biasa dari seluruh tim di Desk Pemberantasan Narkoba. Sinergi antar lembaga seperti ini adalah bukti bahwa kita bisa menang dalam perang melawan narkoba,” ujar Aboe dalam keterangannya, Sabtu (31/5/2025).
Menurut Aboe, penyitaan dua ton sabu bukan sekadar soal jumlah, melainkan soal nyawa dan masa depan generasi bangsa yang berhasil diselamatkan.
“Dengan jumlah sebanyak itu, diperkirakan sekitar delapan juta jiwa anak bangsa terselamatkan dari potensi penyalahgunaan narkoba. Setiap gram yang berhasil disita adalah tamparan bagi para pengedar, dan harapan bagi bangsa ini,” tegas politisi yang akrab disapa Habib Aboe itu.
Meski mengapresiasi kerja aparat, Aboe mengingatkan agar penanganan kasus ini tidak berhenti hanya pada penyitaan barang bukti. Ia mendorong aparat penegak hukum untuk melakukan pengembangan lanjutan, khususnya melalui pendekatan intelijen finansial.
“Analisis transaksi keuangan sangat penting untuk mengungkap siapa saja yang terlibat di balik jaringan ini. Kita harus tahu siapa otak pelaku, baik di dalam maupun luar negeri,” katanya. “Perang melawan narkoba tidak cukup hanya memutus mata rantai kurir dan pengedar. Kita harus meruntuhkan sistem keuangannya,” tambahnya.
Habib Aboe menilai pengungkapan kasus ini membuktikan bahwa kerja kolaboratif antarinstansi mampu memberikan hasil yang signifikan. Ia berharap pola kerja serupa terus dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.
“Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi itu kunci. Kalau semua lembaga kompak, maka Indonesia bebas narkoba bukan sekadar mimpi,” ujarnya.
Lebih jauh, Aboe Bakar menegaskan bahwa DPR RI akan terus mendukung upaya pemberantasan narkoba melalui fungsi pengawasan dan legislasi, termasuk memperkuat kerangka hukum dalam menjerat jaringan narkotika internasional.
Penulis : lazir
Editor : ameri













