Komisi X DPR RI Dorong Penerapan Wajib Belajar 13 Tahun dalam RUU Sisdiknas

- Penulis

Rabu, 7 Mei 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (dok.dpr)

Hetifah Sjaifudian, Ketua Komisi X DPR. (dok.dpr)

JAKARTA – Komisi X DPR RI terus mendorong penerapan kebijakan wajib belajar 13 tahun yang akan diatur dalam Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama sejumlah pemangku kepentingan pendidikan pada Selasa, 6 Juni 2025, di Kompleks DPR RI.

Menurut Hetifah, saat ini rata-rata lama sekolah di Indonesia baru mencapai 8,9 tahun, yang setara dengan tingkat SMP kelas tiga. Angka tersebut jauh di bawah target angka harapan lama sekolah Indonesia yang seharusnya mencapai 13,21 tahun.

“Ada kesenjangan yang signifikan yang perlu kita atasi. Komisi X DPR RI mendorong agar wajib belajar 13 tahun dimulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dengan memastikan setiap anak wajib mengikuti pendidikan PAUD,” ujar Hetifah.

Dalam kesempatan tersebut, Hetifah juga menyampaikan berbagai masukan terkait pengelolaan PAUD dalam RUU Sisdiknas, seperti perlunya sistem perizinan tunggal untuk multi-layanan PAUD, penguatan kualifikasi, perlindungan, dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan (GTK), serta perluasan akses dan pemerataan layanan PAUD di daerah 3T, marginal, dan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK).

Selain itu, RUU ini juga akan mendorong optimalisasi peran dan komitmen pemerintah daerah dalam penganggaran dan perizinan serta menghilangkan pembagian antara PAUD formal dan non-formal.

Tantangan besar dalam pemerataan akses dan tata kelola PAUD di Indonesia menjadi perhatian utama. Data menunjukkan bahwa hingga 97% penyelenggaraan PAUD masih didominasi oleh sektor swasta. Selain itu, kualitas layanan yang masih perlu banyak perbaikan, regulasi perizinan yang belum fleksibel, dan rendahnya kualifikasi serta kesejahteraan tenaga pendidik menjadi masalah yang mendesak untuk diselesaikan.

RUU Sisdiknas diharapkan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan harapan untuk menjadikan PAUD sebagai pendidikan formal yang strategis. Dengan dukungan anggaran yang memadai dan tata kelola yang lebih baik, diharapkan pemerataan serta peningkatan layanan PAUD dapat tercapai di seluruh Indonesia.

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru