Tri Sukses Haji 2025: BPH RI Dorong Ibadah Berkualitas dan Pemberdayaan Ekonomi Nasional

- Penulis

Minggu, 27 April 2025 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia, KH. Mochamad Irfan Yusuf (dok bp haji)

Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia, KH. Mochamad Irfan Yusuf (dok bp haji)

TERNATE — Kepala Badan Penyelenggara Haji Republik Indonesia (BPH RI), KH. Mochamad Irfan Yusuf, menyerukan pentingnya penerapan konsep Tri Sukses dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2025. Seruan itu ia sampaikan saat memberikan arahan di Aula Raudha, Asrama Haji Transit Ternate, Maluku Utara, Minggu (27/4/2025).

“Tri Sukses harus menjadi ruh dalam setiap layanan haji yang kita berikan,” tegas Gus Irfan, sapaan akrabnya, di hadapan calon jemaah haji (CJH) serta para pejabat Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara.

Ia menjelaskan, Tri Sukses mencakup tiga aspek utama. Pertama, sukses ritual, yakni memastikan seluruh rangkaian ibadah haji berjalan sah, sehat, dan sempurna. Kedua, sukses ekosistem ekonomi, yang bertujuan memberdayakan pelaku usaha lokal dan memberi dampak positif bagi perekonomian daerah. Ketiga, sukses peradaban-keadaban, yaitu membangun karakter jamaah yang santun, disiplin, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Pelayanan haji bukan hanya soal teknis berangkat dan pulang, tetapi juga membentuk pribadi-pribadi beradab dan memperkuat ekonomi umat,” kata Gus Irfan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan agar pelayanan haji terus diperkuat melalui transformasi layanan. “Transformasi ini membutuhkan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, dari pusat hingga daerah,” ujarnya.

Selain itu, Gus Irfan mengungkapkan bahwa BPH RI sedang berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mencari fatwa pelaksanaan Dam (denda haji) di dalam negeri. Jika disetujui, hal ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi nasional.

“Pelaksanaan Dam di Indonesia akan memberikan dampak signifikan terhadap perputaran ekonomi nasional,” tutur Kepala BPH RI optimistis.

Tak lupa, ia menyoroti lamanya masa tunggu haji di wilayah timur Indonesia, termasuk Maluku Utara, yang dinilai tidak adil bila dibandingkan dengan daerah lain. Gus Irfan berkomitmen mendorong kebijakan afirmatif guna mempercepat pemberangkatan jemaah dari kawasan timur.

Menjelang musim puncak haji yang tahun ini diprediksi berlangsung pada musim panas, Gus Irfan mengimbau seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan dan membatasi aktivitas yang tidak esensial. Kepada para petugas, ia berpesan, “Layani jemaah lansia dengan pelayanan maksimal, karena mereka adalah tamu istimewa Allah.”

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, H. Amar Manaf, mengapresiasi kehadiran Gus Irfan. Ia berharap kunjungan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan haji di Maluku Utara.

“Kami berharap, ke depan haji tidak hanya sekadar memenuhi aspek administratif, tetapi juga memperkokoh nilai kemuliaan ibadah dan memberdayakan ekonomi umat,” ujar Amar Manaf. **

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik
Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat
Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas Awali Peringatan HUT ke-81 RI, Dihadiri 100 Ribu Jemaah
Pondok Pesantren Khomsani Nur Kembali Melahirkan Dua Hafiz Al-Qur’an 30 Juz

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:50 WIB

MUI Kaji Fatwa Haram Rokok Elektrik

Jumat, 9 Oktober 2026 - 05:37 WIB

Biaya Haji 2027 Rp98,46 Juta, MUI: Subsidi Negara Tak Bertentangan dengan Syariat

Senin, 28 September 2026 - 09:39 WIB

Imam Besar dari 46 Negara Berkumpul di Jakarta, Nasaruddin Umar Jadi Presiden IAMI

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Maulid Nabi dan Wisuda Tahfidz Al-Qur’an ke-5 Ponpes Khomsani Nur Berjalan Lancar dan Sukses

Berita Terbaru