70 Tahun Konferensi Asia-Afrika, Sejarawan UGM Soroti Peran Indonesia di Dunia

- Penulis

Sabtu, 26 April 2025 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Konferensi Asia-Afrika yang digelorakan Bung Karno (ilustrasi oleh ai/rentak.id)

Ilustrasi Konferensi Asia-Afrika yang digelorakan Bung Karno (ilustrasi oleh ai/rentak.id)

JAKARTA  – Tujuh dekade setelah Konferensi Asia-Afrika digelar di Bandung, gaung semangat solidaritas global itu dinilai masih sangat relevan untuk menjawab tantangan dunia masa kini.

Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM), Wildan Sena Utama, menegaskan bahwa visi besar Presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, melalui Konferensi Asia-Afrika, seharusnya kembali menjadi inspirasi menghadapi ketimpangan global, termasuk kebijakan-kebijakan Amerika Serikat yang berdampak pada negara-negara Asia dan Afrika.

“Konferensi Bandung adalah tonggak penting dalam sejarah dunia. Di sinilah visi Soekarno tentang lahirnya dunia baru dirumuskan, lewat kebangkitan Asia dan Afrika,” ujar Wildan dalam diskusi bertema Semangat Bandung dan Tantangan Asia-Afrika Kini di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, Sabtu (26/4/2025).

Wildan menekankan, sebagai negara penggagas Konferensi Asia-Afrika, Indonesia memiliki potensi besar untuk kembali mengambil peran proaktif. Namun, ia menyayangkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini justru tampak abai terhadap warisan sejarah tersebut.

“Sayang sekali, negara yang dulu melahirkan inisiatif besar itu, yakni Indonesia, kini seolah kehilangan momentum. Tidak ada upaya serius untuk mengkontekstualisasikan semangat Bandung dalam menghadapi politik internasional yang semakin kompleks,” kritik Wildan.

Dalam kesempatan itu, Wildan juga menyampaikan apresiasinya kepada Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, yang menginisiasi diskusi ini. Menurutnya, peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika tidak sekadar mengenang masa lalu, tetapi menjadi ajang refleksi penting untuk masa depan.

“Menjadi kader PDI Perjuangan bukan hanya soal urusan kebangsaan. Ada tanggung jawab intelektual dan politik yang besar, yakni bagaimana ikut berpartisipasi dalam urusan dunia,” tegasnya.

Diskusi yang diselenggarakan DPP PDI Perjuangan itu berlangsung semarak, dihadiri sejumlah tokoh seperti Ahmad Basarah, Ganjar Pranowo, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, Mindo Sianipar, serta dua kepala badan partai, Bonnie Triyana (Badan Sejarah Indonesia) dan Andi Widjajanto (Badan Riset dan Analisis Kebijakan).

Acara diskusi terbagi menjadi dua panel utama. Panel pertama bertema Semangat Bandung dan Tantangan Asia-Afrika Kini, menghadirkan Wildan Sena Utama (Sejarawan UGM), I Gusti Wesaka Puja (Direktur Eksekutif ASEAN Institute for Peace and Reconciliation), dan Ita Fatia Nadia (Sejarawan serta Aktivis Gerakan Perempuan).

Sementara Panel kedua mengangkat tema Peran Bung Karno dan Warisan Diplomasi Global dengan pembicara Andi Widjajanto, Ph.D (Kepala BARAK PDIP), Dr. Yeremia Lalisang (Dosen Hubungan Internasional FISIP UI), dan Dr. Sigit Aris Prasetyo (Diplomat dan Penulis Buku Dunia dalam Genggaman Bung Karno).

Menariknya, sesi kuliah umum juga digelar, menghadirkan sejarawan Belgia, David van Reybrouck, penulis buku laris Revolusi: Indonesia and the Birth of the Modern World. Dalam kuliahnya, Reybrouck mengulas peran krusial Indonesia dalam membangkitkan solidaritas Asia-Afrika.

Acara ditutup dengan pertunjukan seni budaya dari Usman Hamid and The Blackstones, menambah nuansa reflektif sekaligus merayakan semangat perlawanan dan persatuan yang diwariskan Konferensi Bandung. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Berita Terbaru