300 Ribu Perceraian Setahun! BP4 Wajibkan Bimbingan Pranikah 2025

- Penulis

Selasa, 22 April 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA -Di tengah derasnya gelombang perceraian yang kini menyentuh angka 300 ribu kasus setiap tahun, Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa mempertahankan keutuhan keluarga adalah bentuk jihad di masa kini.

Hal itu disampaikan saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Penasihatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) tahun 2025 di Redtop Hotel & Convention Center, Jakarta Pusat, Selasa (22/4/2025).

“Jihad kita saat ini adalah menurunkan angka perceraian di Indonesia, sebagaimana keberhasilan BP4 di masa lalu yang mampu menekan lonjakan perceraian secara signifikan,” ujar Menag dalam sambutannya.

Dengan mengusung tema “Dengan Cinta Menuju Keluarga Bahagia”, Rakernas BP4 tahun ini mengangkat urgensi penguatan institusi keluarga di tengah tantangan zaman. Menag Nasaruddin menyebut perceraian kini tidak hanya meningkat, tapi juga diiringi penurunan angka pernikahan—sebuah kondisi yang ia sebut sebagai ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Perceraian meningkat, perkawinan mulai menurun. Ini bukan soal kecil. Dalam Al-Qur’an, ayat-ayat lebih banyak bicara tentang keutuhan rumah tangga, bukan tentang negara. Artinya, negara yang kuat harus dimulai dari keluarga yang kuat,” tegasnya.

Judi Online dan Rapuhnya Spiritualitas, Penyebab Perceraian
Salah satu temuan mencengangkan yang diungkap Menag adalah meningkatnya kasus perceraian akibat judi online. Ia menyebut, sebelum maraknya judi daring, pada 2019 angka perceraian akibat faktor ini hanya sekitar 1.000 kasus. Namun dalam data terbaru yang dikantongi Kemenag, jumlah tersebut melonjak menjadi lebih dari 4.000 kasus.

“Judi online sekarang menjadi faktor dominan penyebab perceraian. Tahun 2019 hanya sekitar seribuan. Tapi kemarin, datanya menunjukkan perceraian karena judi online mencapai lebih dari empat ribu. Ini yang terdata, bisa jadi lebih banyak yang tak tercatat,” paparnya.

Selain judi online, Menag juga menyoroti penyebab lain yang turut merapuhkan rumah tangga, seperti perselingkuhan, campur tangan orang ketiga, masalah ekonomi, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), hingga perbedaan agama. Ia menekankan bahwa semua persoalan ini berakar dari lemahnya pengamalan nilai-nilai agama dalam keluarga.

“Tidak ada keluarga yang kokoh tanpa anggota keluarga yang kokoh dalam memegang prinsip agama,” ucap Menag.

Bimbingan Calon Pengantin Wajib Mulai 2025
Untuk mengatasi lonjakan perceraian, Menag yang juga menjabat Ketua Umum BP4 masa bakti 2024–2029 itu mengumumkan langkah strategis: mulai tahun 2025, seluruh pasangan calon pengantin diwajibkan mengikuti bimbingan pranikah.

“Kami menemukan korelasi signifikan antara bimbingan pernikahan dan ketahanan keluarga. Mereka yang mengikuti bimbingan cenderung memiliki pernikahan yang lebih stabil, tidak rentan terhadap perceraian, KDRT, bahkan lebih siap dalam menghadapi tantangan mengasuh anak, termasuk mencegah stunting,” jelasnya.

Tak hanya itu, Menag juga menghimbau agar para hakim di pengadilan agama lebih selektif dalam mengabulkan permohonan cerai. “Jangan terlalu gampang menceraikan orang. Selama masih bisa diberikan penasihatan dan pembinaan, itu harus diupayakan. Perceraian itu dampaknya luas, terutama pada anak dan struktur sosial masyarakat,” katanya.

Penguatan BP4 Lewat Tokoh-Tokoh Ahli
Rakernas kali ini juga menjadi momentum konsolidasi kekuatan BP4 yang baru saja mengukuhkan pengurus pusat untuk masa bakti 2024–2029. Pelantikan dilakukan di Aula VIP Masjid Istiqlal pada Jumat, 24 Januari 2025.

Menariknya, susunan kepengurusan BP4 periode ini diperkuat oleh tokoh-tokoh berpengalaman di bidang pendidikan dan ketahanan keluarga, seperti Prof. Fasli Jalal, mantan Kepala BKKBN, dan Prof. Reni Akbar Hawadi, mantan Dirjen PAUDNI. Keduanya pernah bekerjasama dengan BP4 dalam menyusun Panduan Kursus Pranikah untuk pasangan usia nikah.

Menag Nasaruddin pun menutup sambutannya dengan satu pesan kunci: “Tidak ada masyarakat ideal tanpa rumah tangga ideal. Jika ingin mempertahankan bangsa ini, mulailah dari membangun keluarga yang tangguh.” ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Sabtu, 11 April 2026 - 09:07 WIB

Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB