JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Badan Kebijakan Transportasi (BKT) mengungkap hasil survei terbaru mengenai potensi pergerakan masyarakat selama periode Lebaran 2025.
Berdasarkan survei jumlah pemudik tahun ini diperkirakan mencapai 146,48 juta orang atau sekitar 52 persen dari total penduduk Indonesia.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan bahwa hasil survei ini telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto serta berbagai pihak terkait, termasuk DPR, kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, kepolisian, BUMN, hingga sektor swasta.
“Menyikapi potensi pergerakan yang begitu besar, kami telah menggelar rapat koordinasi dengan para menteri, kepala daerah, pimpinan BUMN, dan sektor swasta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dan balik Lebaran dengan aman, nyaman, dan lancar,” ujar Dudy dikutip Minggu (16/3/2025).
Pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan guna mengantisipasi lonjakan pemudik yang berpotensi menyebabkan kepadatan di sejumlah simpul transportasi dan ruas jalan utama.
“Beberapa langkah yang kami siapkan antara lain penerapan Work from Anywhere (WFA), penyelenggaraan mudik gratis, serta rekayasa dan pengaturan lalu lintas, terutama di daerah yang berisiko mengalami kemacetan tinggi,” jelas Dudy.
Berdasarkan hasil survei, puncak arus mudik diprediksi terjadi pada H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025 dengan pergerakan mencapai 12,1 juta orang, sedangkan puncak arus balik diperkirakan jatuh pada H+5 atau 6 April 2025 dengan jumlah pemudik mencapai 31,49 juta orang.
Sebaran pemudik berdasarkan daerah asal menunjukkan bahwa Jawa Barat menjadi daerah dengan jumlah pemudik tertinggi, yakni 30,9 juta orang (21,1%), diikuti oleh Jawa Timur (26,4 juta orang), Jawa Tengah (23,3 juta orang), Banten (7,9 juta orang), dan DKI Jakarta (6,7 juta orang).
Sementara itu, tujuan perjalanan terbesar adalah Jawa Tengah (36,6 juta orang), Jawa Timur (27,4 juta orang), Jawa Barat (22,1 juta orang), Yogyakarta (9,4 juta orang), dan Sumatera Utara (6,2 juta orang).
Moda Transportasi Favorit Pemudik
Dalam survei ini, mobil pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat dengan total pengguna diperkirakan mencapai 33,69 juta orang (23%). Disusul oleh bus (24,76 juta orang), kereta api antarkota (23,58 juta orang), pesawat (19,77 juta orang), dan sepeda motor (12,74 juta orang).
Hari keberangkatan dengan mobil pribadi terbanyak diperkirakan terjadi pada H-3 dengan jumlah 3,47 juta kendaraan, sementara arus balik tertinggi terjadi pada H+5 dengan jumlah 6,97 juta kendaraan.
Potensi kepadatan lalu lintas terbesar diprediksi terjadi di Tol Trans Jawa dengan pergerakan mencapai 7,95 juta kendaraan.
Untuk sepeda motor, puncak keberangkatan juga terjadi pada H-3 dengan 1,08 juta pemudik, sedangkan arus balik terbanyak diperkirakan pada H+5 dengan 2,3 juta pemudik.
Kepadatan kendaraan roda dua diprediksi terjadi di jalan arteri atau jalur alternatif, dengan total pergerakan mencapai 4,41 juta kendaraan.
“Kami telah mengidentifikasi titik-titik simpul transportasi yang diperkirakan mengalami kepadatan tertinggi,” kata Dudy.
Untuk terminal bus, Terminal Purabaya Surabaya menjadi yang terpadat dengan jumlah keberangkatan 1,08 juta orang, sementara Terminal Giwangan Yogyakarta menjadi tujuan tersibuk dengan 609,45 ribu penumpang.
Pada moda kereta api, Stasiun Pasar Senen Jakarta diprediksi menjadi stasiun keberangkatan tersibuk dengan 4,08 juta penumpang, sementara Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi tujuan utama dengan 2,02 juta penumpang.
Di sektor penerbangan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar menjadi bandara keberangkatan terpadat dengan 1,60 juta penumpang, sementara Bandara Juanda Surabaya menjadi tujuan utama dengan 3,24 juta penumpang.
Untuk transportasi laut, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya diprediksi menjadi yang tersibuk baik sebagai pelabuhan asal (292,81 ribu orang) maupun tujuan (766,38 ribu orang).
“Kami berkomitmen untuk memastikan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun ini berjalan dengan aman dan terkendali. Pusat Informasi Transportasi akan kami optimalkan dan beroperasi 24 jam penuh untuk memantau pergerakan semua moda transportasi,” pungkas Dudy.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, pejabat tinggi Kemenhub, serta pimpinan BUMN dan asosiasi transportasi. ***
Penulis : amanda az
Editor : regardo













