Menteri Abdul Mu’ti Ajak Siswa SMP N 1 Komodo Terapkan 3H: Head, Hand, dan Heart

- Penulis

Rabu, 12 Maret 2025 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat berbincang dengan siswa di SMP N 1 Komodo, Labuan Bajo. (dok. kemendikdasmen)

Mendikdasmen, Abdul Mu'ti saat berbincang dengan siswa di SMP N 1 Komodo, Labuan Bajo. (dok. kemendikdasmen)

LABUAN BAJO – Bulan puasa tak menjadi penghalang bagi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, untuk memulai pagi dengan menyapa para guru, kepala sekolah, dan siswa di SMP N 1 Komodo, Labuan Bajo.

Kehadirannya pada Rabu (12/3/2026) disambut hangat dengan prosesi adat oleh Kepala Sekolah Matias Dima dan Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi.

Setelah berkeliling menyaksikan aktivitas pembelajaran, langkah Menteri Mu’ti terhenti di bawah pohon rindang.

Di sana, sekelompok siswa tampak asyik memainkan suling (rekorder) dalam kelas seni terbuka yang dipandu oleh Guru Ismail. Menteri Mu’ti pun tertarik dan bertanya, “Kenapa belajarnya di luar ruangan?”

“Senang, Pak!” sahut para siswa serempak.

Guru Ismail menjelaskan bahwa kelas terbuka dipilih agar tidak mengganggu kelas lain, sekaligus membuat anak-anak lebih rileks dan semangat belajar. “Anak-anak lebih suka suasana seperti ini,” ungkapnya.

Tak hanya menikmati alunan musik, Menteri Mu’ti juga berbincang dengan para siswa yang antusias menceritakan pengalaman belajar dan cita-cita mereka.

Ia menekankan pentingnya seni dalam pendidikan, bukan hanya sebagai keterampilan, tetapi juga untuk membentuk karakter.

“Kalian harus punya jiwa seni supaya hati lebih lembut dan memiliki empati,” pesannya.

Sebelum meninggalkan sekolah, Menteri Mu’ti menyampaikan konsep 3H—Head, Hand, dan Heart—sebagai prinsip yang harus dipegang para siswa dalam menjalani pendidikan dan kehidupan.

“Head itu otak untuk berpikir, agar kalian menjadi orang yang serba tahu. Hand melambangkan semangat bekerja dan belajar. Sementara Heart adalah perasaan yang baik, sikap saling memaafkan, berpikir positif, dan memiliki jiwa seni,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa perpaduan antara olah pikir, olah raga, dan olah hati akan melahirkan olah karsa, yang membuat seseorang menjadi kreatif dan bermanfaat bagi lingkungan sosialnya.

“Anak-anak harus jadi orang yang serba tahu, serba bisa, dan punya empati terhadap sekitarnya,” pungkasnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru