JAKARTA – Nelayan di Kampung Nelayan Modern (Kalamo) Desa Samber-Binyeri, Biak, semakin menunjukkan taringnya dalam industri perikanan.
Untuk keempat kalinya, ikan hasil tangkapan mereka berhasil dikirim ke Pulau Jawa, menandai semakin kuatnya daya saing perikanan Biak di pasar nasional.
Sebanyak 16 ton ikan beku, yang terdiri dari tuna, cakalang, marlin, dan ikan karang khas perairan Pasifik, telah dikirim ke Semarang, Jawa Tengah.
Keberhasilan ini tidak lepas dari peran Koperasi Samber-Binyeri Maju (KSBM) yang terus mengelola Kalamo Biak dengan profesional.
Ketua KSBM, Adam Mampioper, mengungkapkan bahwa kali ini pengiriman berlangsung lebih cepat dibanding sebelumnya.
“Dulu kami butuh 2-3 bulan untuk memenuhi kuota minimal 16 ton. Sekarang, hanya dalam satu bulan ikan sudah terkumpul. Ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin produktif,” katanya, Jumat (28/2/2025)
Adam juga menambahkan bahwa sumber pasokan ikan kini semakin luas.
“Menariknya, bukan hanya dari Kampung Samber-Binyeri, tetapi juga dari kampung-kampung nelayan di sekitarnya. Artinya, dampak koperasi mulai dirasakan oleh lebih banyak nelayan,” ujarnya.
Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengapresiasi kemajuan ini sebagai bukti nyata koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.
“Koperasi dengan ekonomi kerakyatannya bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui usaha yang lebih terorganisir, akses pasar yang lebih luas, serta pengelolaan hasil laut yang lebih efisien,” ungkap Latif.
Keberhasilan ekspor ikan beku ini juga tidak lepas dari peran PT Perikanan Nusantara Jaya, yang menjadi mitra KSBM dalam menjaga kualitas produk melalui teknologi rantai dingin.
Direktur perusahaan, Ryan Adiputro Prayitno, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung peningkatan produktivitas nelayan.
“Kami berkomitmen memberikan insentif kepada koperasi agar tren positif ini bisa terus berlanjut,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyebut Kalamo Biak sebagai model koperasi nelayan modern yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Keberhasilan ini adalah langkah maju dalam mendorong kemandirian nelayan lokal melalui koperasi dan pengelolaan profesional,” kata Trenggono.
Dengan peningkatan produktivitas dan akses pasar yang lebih luas, koperasi perikanan di Biak tak hanya mengangkat kesejahteraan nelayan, tetapi juga membawa perikanan daerah ini menuju standar industri yang lebih tinggi. ***
Penulis : amanda az
Editor : ameri













