500 Buruh Akan Kepung Kejagung, Tuntut Koruptor Pertalite Dipenjara Seumur Hidup!

- Penulis

Jumat, 28 Februari 2025 - 06:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo buruh soal Koruptor Oplosan Pertalite Menjadi Pertamax Seumur Hidup. (ilustrasi by: chatgpt)

Demo buruh soal Koruptor Oplosan Pertalite Menjadi Pertamax Seumur Hidup. (ilustrasi by: chatgpt)

JAKARTA –  Gelombang protes dari kaum buruh kembali menggema. Kali ini, sekitar 500 buruh yang tergabung dalam Partai Buruh dan Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi di depan Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, (28/2/ 2025).

Mereka menuntut keadilan atas maraknya kasus korupsi yang merugikan negara dan rakyat kecil, terutama skandal oplosan Pertalite-Pertamax yang diduga melibatkan pihak Pertamina Patraniaga.

Presiden Partai Buruh sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tetapi bentuk kemarahan buruh terhadap para koruptor yang terus menggerogoti negeri.

“Korupsi ini sangat menyakitkan hati buruh. Di saat ribuan buruh kehilangan pekerjaan akibat PHK massal, para pejabat justru bermain kotor demi kepentingan pribadi,” ujar Said Iqbal.

Dalam aksi ini, buruh membawa tiga tuntutan utama:

Mengadili koruptor dalam kasus oplosan Pertalite-Pertamax dengan hukuman penjara seumur hidup.

Mengadili pelaku korupsi Jiwasraya dan Dirjen Anggaran Kemenkeu dengan hukuman yang sama.

Menangkap dan mengadili pelaku korupsi proyek pagar laut di Kementerian ATR/BPN, KKP, dan Kemenko Perekonomian.

PHK Massal di Tengah Korupsi Merajalela

Said Iqbal juga menyoroti gelombang PHK yang menghantam sektor industri pada awal 2025. Menurutnya, pemerintah gagal melindungi pekerja dan membiarkan korupsi semakin merajalela.

“PT Sanken sudah menutup operasional dan mem-PHK hampir seribu buruh. Yamaha Musik juga melakukan PHK besar-besaran karena pabriknya dipindahkan ke China dan Jepang. PT Tokai di Bekasi pun sudah tutup, ratusan buruh kehilangan pekerjaan,” jelasnya.

Tak hanya itu, industri otomotif yang memproduksi truk dan dump truck, seperti Toyota, Isuzu, Hino, dan Mitsubishi, juga dikabarkan terancam melakukan PHK ribuan karyawan tahun ini.

Di sektor tekstil, perusahaan-perusahaan di Cimahi pun mengalami kondisi serupa. Buruh menjadi korban dari ketidakmampuan pemerintah menjaga sektor riil dan membiarkan praktik korupsi terus terjadi.

Korupsi Masih Menjadi “Juara”

Dalam aksi ini, buruh juga mengungkap daftar kasus korupsi terbesar di Indonesia, yang disebut sebagai “klasemen sementara liga korupsi Indonesia”. Berikut daftarnya:

  1. Korupsi PT Timah – Rp 300 triliun
  2. Korupsi Pertamina – Rp 193 triliun
  3. Kasus BLBI – Rp 138 triliun
  4. Penyerobotan lahan PT Duta Palma Group – Rp 78 triliun
  5. Kasus PT TPPI – Rp 37,8 triliun
  6. Korupsi PT Asabri – Rp 22,7 triliun
  7. Kasus PT Jiwasraya – Rp 16,8 triliun
  8. Izin ekspor minyak sawit mentah – Rp 12 triliun
  9. Korupsi pengadaan pesawat CRJ-1000 dan ATR 72-600 – Rp 9,37 triliun
  10. Korupsi Proyek BTS 4G – Rp 8 triliun
  11. Kasus Bank Century – Rp 7 triliun (keluar dari 10 besar)

Buruh menegaskan bahwa selama para koruptor masih bebas berkeliaran, maka ketimpangan sosial akan terus terjadi.

“Kami menuntut hukuman seumur hidup bagi koruptor, karena mereka telah merampas hak-hak rakyat dan menyebabkan penderitaan bagi jutaan buruh di negeri ini,” tegas Said Iqbal.

Aksi ini diharapkan menjadi alarm keras bagi aparat penegak hukum agar tidak tebang pilih dalam menangani kasus-kasus korupsi besar di Indonesia. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Balik Riuh Puncak CBD Wiyung, Kasus yang Berujung Tanpa Korupsi
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 08:08 WIB

Di Balik Riuh Puncak CBD Wiyung, Kasus yang Berujung Tanpa Korupsi

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB