JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meluncurkan program Konsolidasi Ekosistem Komunikasi (Konstruksi) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Program ini bertujuan untuk mengkonsolidasikan ekosistem komunikasi di jajaran Kemenko Infra dan Pembangunan Kewilayahan, serta meningkatkan sinergi antara Kemenko Infra dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), baik di tingkat pusat maupun daerah.
Menko AHY menekankan pentingnya memanfaatkan kekuatan media sosial dan jaringan komunikasi yang ada untuk memperkuat hubungan dengan publik. Pemerintah, menurutnya, harus lebih aktif dalam menyampaikan informasi tentang program-program yang sedang dan telah dijalankan, agar publik lebih memahami dan percaya pada upaya pembangunan yang dilakukan.
Program Konstruksi memiliki dua fokus utama. Pertama, “Satu Hari Satu Unggahan,” yang bertujuan mengoptimalkan media sosial unit kerja di seluruh Indonesia untuk menyajikan informasi yang berimbang, terpercaya, dan komprehensif. Kedua, “Satu Hari Satu Informasi,” yang akan memanfaatkan aplikasi berkirim pesan (WhatsApp) untuk menyebarluaskan informasi terbaru terkait pembangunan infrastruktur dan kewilayahan.
“Dengan program ini, kami berharap dapat menciptakan pemahaman yang lebih menyeluruh di kalangan masyarakat mengenai program-program yang tengah dilaksanakan,” ujar Menko AHY, Kamis (13/2/2025).
Ia menambahkan, penting untuk menyusun narasi komunikasi yang baik agar publik merasa yakin dan percaya terhadap pemerintah. Selain itu, pemerintah juga harus mengutamakan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap komunikasi publik yang dilakukan, serta menerapkan prinsip good governance.
Menko AHY juga menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat semangat good governance, yang mencakup keterbukaan, transparansi, dan akuntabilitas. “Check and balances hanya bisa terjadi jika pemerintah bersikap terbuka dan transparan,” ujarnya.
Menko AHY berharap strategi komunikasi ini dapat menciptakan komunikasi dua arah yang terbuka, mendengarkan aspirasi rakyat, serta mewujudkan pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel, guna menciptakan Indonesia yang lebih baik.
“Komunikasi yang baik bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga mendengarkan. Kita harus mendengar aspirasi, kritik, dan harapan masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata Menko AHY.
Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyambut baik inisiatif Kemenko Infra ini. Ia berharap program Konstruksi dapat memperkuat kolaborasi kedua kementerian dalam bidang komunikasi publik. Menurutnya, peran media sosial sangat besar dalam mewujudkan pemerintahan yang lebih transparan, terbuka, dan dapat diakses oleh masyarakat.
“Melalui program ini, program-program strategis Presiden dalam mencapai Asta Cita dapat disebarkan lebih masif, yang pada gilirannya akan meningkatkan kepercayaan dan dukungan masyarakat kepada pemerintah,” ujar Menteri Dody.
Staf Khusus Kemenko Infra Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan bahwa dengan adanya program Konstruksi, masyarakat dapat menjadikan akun-akun media sosial resmi dari Kemenko Infra dan Kementerian PU sebagai referensi utama dalam mencari informasi mengenai infrastruktur dan pembangunan kewilayahan.
Acara peluncuran ini ditutup dengan penjelasan teknis mengenai program Konstruksi oleh Kepala Biro Komunikasi Kemenko Infra, Andreas Patria, dan Kepala Biro Komunikasi Kementerian PU, Panca Hutoyo.
Menko AHY, dalam kesempatan ini, didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, serta para Dirjen dan Kepala Balai Besar dari Kementerian PU. Turut hadir juga Sekretaris Kemenko, Ayodhia G.L. Kalake, Deputi Nazib Faisal, Deputi Odo R.M. Manuhutu, Staf Ahli Menteri Okto Irianto, serta Staf Khusus Menteri Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, dan Merry Riana. **
Penulis : lazir
Editor : ameri













