Muarajambi, Pusat Peradaban Nusantara: Menteri Kebudayaan Dorong Revitalisasi untuk Dunia

- Penulis

Rabu, 20 November 2024 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Situs Gumpung, Muarojambi. (dok.renak.id)

Situs Gumpung, Muarojambi. (dok.renak.id)

JAKARTA – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Fadli Zon, M.Sc., meninjau langsung perkembangan revitalisasi Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muarajambi, yang merupakan salah satu kawasan cagar budaya terbesar di Asia Tenggara., Selasa (19/11/2024).

Dalam kunjungannya, Menteri Kebudayaan menyoroti pentingnya proyek revitalisasi yang melibatkan penataan lingkungan dan pemugaran kawasan seluas 3.981 hektar.

“Ini salah satu proyek kebudayaan yang sangat penting. Di sini telah ditemukan sekitar 115 struktur candi, dan saya yakin, dengan penelitian lanjutan, kita bisa menemukan jejak-jejak peradaban yang lebih tua,” ungkap Fadli Zon saat berdialog dengan tim peneliti di lokasi.

Ia menjelaskan bahwa KCBN Muarajambi bukan hanya situs sejarah, tetapi juga pusat ilmu pengetahuan yang memainkan peran besar dalam perkembangan peradaban Nusantara.

“KCBN Muarajambi ini adalah kompleks ilmu pengetahuan. Kita harus memahami bahwa peradaban besar ini justru berasal dari sini, dan kita yang menyebarkan pengetahuan itu ke dunia luar,” tegasnya,

Menteri juga menekankan pendekatan revitalisasi harus tetap menjaga keaslian struktur dan menggali narasi sejarah yang mendalam. “Saya kira, jika kita terus menggali informasi dari sini, akan ada hal-hal luar biasa yang bisa mengubah pemahaman kita tentang sejarah Nusantara,” jelasnya.

Dalam kunjungannya, Menteri Fadli Zon meninjau beberapa situs penting seperti Candi Kotomahligai dan Candi Kedaton, serta memeriksa pembangunan Museum Dharmakirti, yang dirancang sebagai pusat edukasi tentang budaya dan sejarah Muarajambi. Ia menggunakan becak listrik, sebuah inovasi ramah lingkungan karya pemuda setempat, untuk berkeliling kawasan. “Dengan becak listrik ini, saya rasa sangat ramah lingkungan, cocok dengan konsep green culture yang kita dorong untuk menjaga harmoni antara manusia dan alam,” ujarnya.

Kementerian Kebudayaan memastikan penelitian dan revitalisasi KCBN Muarajambi akan terus dilanjutkan demi melestarikan warisan budaya. “Kita punya tanggung jawab besar untuk melindungi, mengembangkan, dan memanfaatkan cagar budaya ini. Dari sini, kita bisa mengenalkan sejarah besar Indonesia kepada dunia,” tutup Menteri Kebudayaan dengan optimisme. ***

Berita Terkait

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya
Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”
Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun
Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat
Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak
Ketua Teater Imago Medan Tanggapi Aspirasi Kolaborasi dengan TENA: “Kapal Seni Perlu Bahan Bakar, Bukan Sekadar Ide”
Naskah Monolog “Pisang Terakhir”
Kemenag Akhiri Tugas Penyelenggaraan Haji dengan Indeks Kepuasan Jamaah Capai 88,46

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 08:28 WIB

Jejak Majapahit Dihidupkan Kembali, Menbud Fadli Zon Sulap Candi Jabung Jadi Pusat Ekosistem Budaya

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:56 WIB

Menatap Sunyi yang Retak: Ulasan atas Kumpulan Cerpen “Jangan Tatap Mataku”

Senin, 22 Desember 2025 - 07:07 WIB

Banyuwangi Art Exhibition 2025 Hadirkan 157 Karya, Lukisan Bupati Ditawar Rp 1 Triliun

Minggu, 21 Desember 2025 - 10:01 WIB

Banjir dan Longsor Rusak Situs Budaya, LKKI Minta Pemerintah Bertindak Cepat

Rabu, 12 November 2025 - 19:23 WIB

Tari Sufi Kian Hidup di Pesantren Indonesia, Perpaduan Dzikir dan Keindahan Gerak

Berita Terbaru