92% Stok Beras Nasional Dikuasai Swasta, BULOG Andalkan 4 Juta Ton untuk Stabilisasi Harga

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama BULOG, Achmad Rizal Ramdhani (foto. lazir-rentak.id)

Direktur Utama BULOG, Achmad Rizal Ramdhani (foto. lazir-rentak.id)

JAKARTA – Perum BULOG menanggapi pemberitaan yang menyebut stok beras nasional melimpah namun harga di pasar tetap tinggi.

Direktur Utama BULOG, Achmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa sebagian besar stok beras saat ini berada di tangan pelaku usaha swasta, sementara porsi yang dikuasai pemerintah hanya sekitar 4 juta ton atau setara 8 persen dari total produksi nasional yang diperkirakan mencapai 35 juta ton.

“Dengan porsi hanya 8 persen, ruang gerak intervensi pemerintah memang terbatas. Namun BULOG memastikan setiap butir beras yang kami kelola digunakan secara strategis untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat,” kata Rizal di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Meski hanya menguasai sebagian kecil produksi nasional, BULOG tercatat sebagai pemilik stok beras terbesar di Indonesia dengan jaringan distribusi terluas hingga pelosok daerah. Penyaluran dilakukan melalui pasar tradisional, ritel modern, outlet Rumah Pangan Kita (RPK), dan mitra distribusi lainnya. “BULOG sangat yakin dapat melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan harga apabila terjadi gejolak,” tegasnya.

Hingga pertengahan Agustus 2025, BULOG telah menyalurkan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh provinsi melalui operasi pasar, pasar tradisional, dan jaringan ritel modern. Langkah ini dilakukan secara masif untuk menekan kenaikan harga di tingkat konsumen.

BULOG juga terus berkoordinasi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pangan guna memastikan ketersediaan beras tetap terjaga, terutama menjelang periode konsumsi tinggi seperti akhir tahun.

Pemerintah berharap masyarakat memahami bahwa kestabilan harga beras tidak hanya bergantung pada jumlah stok nasional, tetapi juga pada distribusi kepemilikan stok dan dinamika pasar yang melibatkan berbagai pihak.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru