634 Truk Bantuan Kemanusiaan Masuki Gaza Pasca Gencatan Senjata Israel-Hamas

- Penulis

Jumat, 24 Januari 2025 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GAZA, PALESTINA – Sedikitnya 634 truk bantuan kemanusiaan telah berhasil memasuki Jalur Gaza sejak Minggu, (19/1/2025) berdasarkan kesepakatan gencatan senjata yang disepakati antara Israel dan Hamas. Informasi ini dikonfirmasi oleh sumber Palestina pada Senin, (20/1/2025)

“Sekitar 310 truk telah mencapai Gaza utara, membawa bahan bakar, pasokan medis, makanan, serta buah-buahan dan sayur-sayuran. Sementara itu, 324 truk lainnya tiba di Gaza selatan,” ujar seorang pejabat dari Kementerian Dalam Negeri Gaza kepada Anadolu Agency dilutip rentak.id, Jumat (24/1/2025).

Gencatan senjata ini, yang juga mencakup pertukaran tahanan antara kedua pihak, mulai diberlakukan pada hari Minggu. Perjanjian tersebut juga mengharuskan pembukaan kembali penyeberangan Rafah yang menghubungkan Gaza dan Mesir pada hari ketujuh, dengan rencana memasukkan hingga 600 truk bantuan setiap harinya.

Kesepakatan ini bertujuan untuk mencapai stabilitas berkelanjutan di kawasan, termasuk kemungkinan gencatan senjata permanen dan penarikan pasukan Israel dari wilayah Gaza.

Perang yang berlangsung sebelumnya telah menimbulkan kehancuran besar di Gaza. Menurut data dari otoritas kesehatan setempat, hampir 47.000 warga Palestina tewas, dengan mayoritas korban adalah wanita dan anak-anak.

Selain itu, lebih dari 110.700 orang mengalami luka-luka, sementara sekitar 11.000 orang lainnya dinyatakan hilang.

“Dampak perang ini benar-benar meluas,” kata seorang pejabat setempat. “Banyak korban adalah warga lanjut usia dan anak-anak. Ini adalah salah satu krisis kemanusiaan terburuk yang pernah terjadi.”

Pada bulan November, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel kini menghadapi tuntutan di Mahkamah Internasional atas tuduhan genosida yang dilakukan selama perang di Jalur Gaza. Tuduhan ini menambah tekanan internasional terhadap negara tersebut untuk mempertanggungjawabkan tindakannya di wilayah konflik. ***

Berita Terkait

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen
Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest
KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara
WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest
AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan
AHY Dorong Infrastruktur Hijau dan Ketahanan Kawasan Asia di Ecosperity Week 2026 Singapura
Satelit Uji Kelima Fergani Space Berhasil Mengorbit, Turkiye Kian Dekat Mandiri di Sektor Antariksa
Paus Leo XIV Tegas: Tak Ada Dalih Agama untuk Perang, Serukan Dunia Hentikan Kekerasan

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 14:54 WIB

Perdagangan Indonesia-Rumania Tembus USD 571,6 Juta, Naik 240 Persen

Senin, 14 September 2026 - 09:30 WIB

Nasi Padang Jadi Magnet, 1.200 Pengunjung Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:03 WIB

KBRI Kolombo Resmikan Indonesia Cultural Centre, Gamelan hingga Tari Tor Tor Warnai Acara

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

WNI di Rumania Rayakan HUT ke-81 RI, Doa untuk Korban Gempa NTT Menggema di Bucharest

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:19 WIB

AHY Tegaskan Indonesia Siap Jadi Jembatan ASEAN–Eurasia, Dorong Infrastruktur Hijau Berkelanjutan

Berita Terbaru