62.754 Peserta Lolos Program Pemagangan Nasional Batch II

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 06:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menaker Yassierli saat paparkan Batch II. (dok. rentak.id)

Menaker Yassierli saat paparkan Batch II. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli meresmikan pembukaan Program Pemagangan Nasional Lulusan Perguruan Tinggi Batch II di Kantor Kemnaker, Rabu (26/11/2025).

Program ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi kuartal IV 2025 untuk mempercepat transisi lulusan baru ke dunia kerja.

Airlangga menyebut pemagangan menjadi strategi penting pemerintah untuk memperluas peluang kerja dan meningkatkan keterampilan lulusan.

Ia mencatat lebih dari 4.600 perusahaan dan 47 kementerian/lembaga berpartisipasi, dengan tingkat penerimaan kurang dari 10 persen.

“Anda adalah lulusan terbaik bangsa ini,” ujarnya kepada para peserta.

Menaker Yassierli melaporkan Batch II berhasil merekrut 62.754 peserta, sehingga jika digabung dengan Batch I, target 100.000 peserta semakin mendekati capaian. Ia menegaskan manfaat pemagangan terbukti signifikan berdasarkan testimoni peserta Batch I.

“Mereka mendapat pengalaman berharga dan peningkatan kompetensi,” katanya.

Yassierli juga mengumumkan pendaftaran Batch III telah dibuka sejak 24 November 2025 dan dijadwalkan mulai 15 Desember 2025.

Ia berpesan agar peserta menerapkan nilai S-T-A-R: Sabar, Tangguh dan adaptif, Always learning, dan Respect di tempat kerja.

Kepala Barenbang Kemnaker Anwar Sanusi menambahkan, program ini memastikan lulusan memperoleh pengalaman nyata agar mampu bersaing di pasar kerja.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup
Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP
Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat
Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak
AHY Tinjau Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja–Solo, Dorong Pemerataan Pembangunan di DIY
Nusron Wahid Tekankan Pelayanan ATR/BPN Harus Pro Rakyat, Jangan Persulit Masyarakat di Riau
KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 06:46 WIB

Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata

Minggu, 26 April 2026 - 08:47 WIB

Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Minggu, 26 April 2026 - 08:33 WIB

Penangkapan Udang dengan JHUB di Merauke Diatur Ketat, Ini Penjelasan KKP

Sabtu, 25 April 2026 - 08:20 WIB

Kenaikan Harga Energi Picu Risiko Penyimpangan, FKBI Minta Pengawasan Diperketat

Sabtu, 25 April 2026 - 07:44 WIB

Proyek Rp9,56 Miliar Hampir Rampung, Madrasah di Papua Segera Lebih Layak

Berita Terbaru