114 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Segera Direvitalisasi, Pendidikan Dipacu Bangkit

- Penulis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelajar Aceh sedang belajar di bangunan pasca banjir (dok. rentak.id)

Pelajar Aceh sedang belajar di bangunan pasca banjir (dok. rentak.id)

JAKARTA – Upaya pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh terus dikebut. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) mempercepat realisasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan bagi sekolah-sekolah terdampak bencana di wilayah tersebut.

Sebanyak 114 sekolah di Aceh resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026, dengan prioritas utama pada sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Penandatanganan PKS digelar di Kota Banda Aceh, Kamis (29/1/2026).

Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan seluruh sekolah penerima program dan disaksikan langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus, serta Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa penandatanganan PKS ini menjadi langkah konkret dalam rekonstruksi dan pemulihan layanan pendidikan di Aceh. Pemerintah, kata dia, berkomitmen memastikan proses pemulihan berjalan cepat, menyeluruh, dan berorientasi pada kepentingan murid.

“Apa yang ditandatangani hari ini adalah dokumen awal kebahagiaan bagi siswa, orang tua, dan seluruh warga sekolah. Ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk menghadirkan kembali sekolah yang lebih nyaman dan aman,” ujar Tatang.

Ia menekankan, dokumen PKS tersebut harus dimanfaatkan secara sungguh-sungguh sebagai pedoman pelaksanaan revitalisasi. Program ini juga menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Kemendikdasmen dalam mempercepat pemulihan pendidikan di daerah terdampak bencana.

“Setelah PKS ditandatangani, dana bantuan diharapkan segera cair dan bisa langsung dieksekusi. Kami berharap pada awal tahun ajaran baru, anak-anak sudah bisa belajar kembali dengan nyaman dan aman,” tambahnya.

Dari total 114 sekolah yang akan direvitalisasi, seluruhnya berada di bawah pembinaan Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK. Sekolah-sekolah tersebut terdiri atas 99 SMK, 13 SLB, dan 2 PKBM, dengan tingkat kerusakan mulai dari ringan hingga rusak berat.

Harapan Baru Pendidikan Aceh

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Dahlawi, menyebut program revitalisasi ini menjadi harapan baru bagi dunia pendidikan di Aceh. Ia mengungkapkan, hampir separuh SMK dan SLB di Aceh terdampak bencana dengan tingkat kerusakan yang bervariasi.

“Revitalisasi ini membawa optimisme baru. Kami berharap pendidikan Aceh bisa segera pulih dan kualitasnya setara dengan daerah lain,” kata Dahlawi.

Hal senada disampaikan Kepala SMK Ummul Ayman 2, Kabupaten Pidie Jaya, Faisal. Sekolah yang dipimpinnya mengalami kerusakan parah, baik ruang kelas maupun ruang praktik, sehingga kegiatan belajar mengajar harus dilakukan di kelas darurat.

“Dengan revitalisasi ini, kami berharap unit kelas baru bisa segera terbangun agar siswa kembali belajar dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Harapan tersebut juga datang dari para siswa. Alfrizi Maulana, murid kelas XI SMK Ummul Ayman 2, mengaku rindu suasana belajar normal. Selain belajar di kelas darurat, ia juga tidak dapat mengikuti praktik karena fasilitas kolam ikan dan bioflok rusak akibat banjir.

“Semoga sekolah segera dibangun kembali dan kami bisa belajar di ruang kelas yang layak dengan meja dan kursi,” harap Alfrizi.

Sementara itu, Kepala SLBN Pembina Aceh Tamiang, Suprananta, menyebut PKS ini sebagai kabar gembira bagi 260 muridnya. Meski kegiatan belajar sudah berjalan, sekolah masih menggunakan fasilitas darurat.

“Dengan PKS ini, kami insyaallah bisa membangun kembali sekolah yang rusak parah akibat bencana,” tuturnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon
Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata
Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman
Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 11:18 WIB

Hardiknas 2026 di Banyuwangi Meriah, Ribuan Pelajar Tampil di Kuntulan Ewon

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:40 WIB

Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:20 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata

Kamis, 30 April 2026 - 06:52 WIB

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman

Selasa, 28 April 2026 - 09:03 WIB

Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026

Berita Terbaru