JAKARTA – Di tengah hiruk-pikuknya persaingan bisnis kuliner di wilayah Jabodetabek, Warung Makan Tabagsel berhasil mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi kuliner favorit. Kehadiran warung ini menjadi oase bagi para perantau asal Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), yang meliputi Tapanuli Selatan, Padangsidimpuan, Mandailing Natal, Padang Lawas, dan Padang Lawas Utara.
Masyarakat perantau dari Tabagsel dikenal memiliki semangat juang tinggi dan daya adaptasi luar biasa. Tak hanya berkontribusi dalam sektor ekonomi melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), mereka juga membawa serta cita rasa khas kampung halaman yang menggugah selera. Salah satu contohnya adalah pasangan Ilman Hakim Batubara dan Ermila Harahap, perantau asal Desa Tolang, Tapanuli Selatan, yang sukses mengelola Warung Makan Mandailing di sekitaran Jakarta.
Ia mengelola warung makan ini dengan nama yang khas istilah dari daerahnya “Dor Ko Ro,” yang artinya sering-sering datang atau sering berkunjung, itulah nama warung makan yang dikelola nya.
“Warung ini sederhana kok, cuma gubuk bambu khas warung atau lopo kopi di kampung, tapi ya Alhamdulillah disyukuri, orang tetap datang untuk menikmati hidangan atau barang kali ingin ber nostalgia dengan kampung halaman,” celoteh Ermila disela-sela waktu dalam menyajikan hidangan ke pelanggannya. Untuk rumah makan ini sendiri beralamat di Jembatan Hitam, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Hidangan Autentik Tabagsel yang Menggoda Selera
Warung ini menyajikan aneka hidangan khas Tabagsel yang kaya rempah dan penuh cita rasa. Mulai dari Gulai Ikan Sale, Ikan Limbat, Bulung Gadung (daun ubi tumbuk), Rendang Belut, Sambal Pati, hingga Ikan Mas Arsik menjadi menu andalan yang banyak digemari pelanggan. Tak hanya itu, berbagai penganan kecil seperti Lemang, Miso Kampung dan Kopi khas Sipirok turut melengkapi sajian mereka.
Saat musim buah tiba, warung ini juga menjual durian unggulan dari daerah Sayur Matinggi, Tantom, dan Silaiya, Sumatera Utara. Meski menawarkan cita rasa premium, Ilman memastikan harga yang ditawarkan tetap ramah di kantong.
“Kami ingin semua orang, baik perantau maupun masyarakat lokal, bisa menikmati cita rasa Tabagsel tanpa harus khawatir soal harga,” ujar Ilman dengan penuh semangat.
Peran Media Sosial dalam Kesuksesan Usaha
Perjalanan bisnis Ilman dan Ermila tidak selalu mulus. Awal merintis usaha ini, mereka sempat menghadapi tantangan minimnya pelanggan. Namun, segalanya berubah ketika mereka mulai memanfaatkan media sosial, khususnya TikTok, untuk mempromosikan warung mereka.
“Awalnya sepi, tapi sejak kami rutin membuat konten di TikTok, alhamdulillah warung kami jadi viral dan banyak dikunjungi, terutama oleh dongan sahuta (teman sekampung),” cerita Ilman.
“TikTok sangat membantu dalam memperkenalkan usaha. Tinggal bagaimana kita kreatif membuat konten yang menarik,” tambahnya.
Inspirasi Bagi Para Perantau
Kisah sukses pasangan ini menjadi inspirasi bagi para perantau lainnya. Dunia saat ini berkembang pesat dengan teknologi digital yang membuka berbagai peluang baru. Promosi usaha tidak lagi terbatas pada cara konvensional, tetapi bisa dilakukan secara online, bahkan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat pemasaran yang efektif.
“Sebagai perantau, kita harus punya semangat juang tinggi. Merantau bukan hanya soal mencari nafkah, tapi juga tentang bagaimana kita bisa berkembang dan pulang membawa kebanggaan,” ungkap Ilman penuh makna.
Warung Makan Tabagsel bukan sekadar tempat makan, melainkan simbol dari semangat juang, kreativitas, dan kecintaan pada budaya sendiri. Di tengah gemerlapnya kota, aroma masakan Tabagsel ini menjadi pengingat hangat tentang rumah, kampung halaman, dan kisah perjuangan yang penuh inspirasi. (RKL)
Penulis : Rahmat Kurnia Lubis
Editor : Erka













