Wamentan Sudaryono Ajak Mahasiswa Pertanian Jadi Generasi Tangguh Wujudkan Kedaulatan Pangan

- Penulis

Kamis, 11 September 2025 - 13:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamentan Sudaryono. (dok. rentak.id)

Wamentan Sudaryono. (dok. rentak.id)

JAKARTA — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono resmi membuka Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-17 Perhimpunan Organisasi Profesi Mahasiswa Sosial Ekonomi Pertanian Indonesia (POPMASEPI) di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (10/9/2025).

Dalam sambutannya, Wamentan yang akrab disapa Mas Dar mengajak mahasiswa pertanian dari seluruh Indonesia untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian.

“Hidup itu misteri. Sulit itu pasti, tapi impossible itu tidak ada. Jangan pernah mengeluh. Maksimalkan potensi, karena banyak orang di luar sana memimpikan berada di posisimu saat ini. You are the chosen one. Kiprahmu ditunggu hari ini,” tegas Sudaryono.

Sudaryono menekankan bahwa setiap mahasiswa harus memiliki cita-cita yang jelas dan diperjuangkan dengan langkah konkret, bukan sekadar mimpi.

“Kamu harus punya sesuatu yang diperjuangkan. Gambarkan bagaimana mencapainya dan apa saja yang mesti dilakukan. Semua cita-cita itu harus dimulai, tidak cukup hanya dibayangkan,” ujarnya.

Anak petani asal Grobogan, Jawa Tengah ini juga berbagi kisah perjuangannya menembus pendidikan tinggi di Jepang. Meski berasal dari desa dan awalnya tidak menguasai bahasa Jepang, ia berhasil lulus dari Defence Academy (NDA) Jepang berkat kerja keras dan tekad yang kuat.

“Sulit itu pasti. Semua orang menghadapi kesulitan. Tapi ingat, tidak ada yang mustahil. Saya berdiri di sini bukan karena jalan saya mulus, tetapi karena saya memilih untuk melawan kesulitan itu. Jadi berhentilah mengeluh, mulailah bergerak,” kata Sudaryono penuh semangat.

Menurutnya, mahasiswa berada pada posisi istimewa karena memiliki kesempatan belajar yang tidak semua orang dapatkan.

“Jangan tunggu waktu sempurna, karena waktu itu tidak akan pernah ada. Mulailah dari sekarang, dengan apa yang kamu punya, di tempat kamu berada. Itulah awal dari kesuksesanmu,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdik) Muhammad Amin menegaskan bahwa Mukernas POPMASEPI merupakan forum tertinggi yang bertujuan memperkuat jaringan mahasiswa sosial ekonomi pertanian se-Indonesia serta menyusun program kerja strategis yang berdampak nyata bagi pembangunan pertanian nasional.

Dengan mengusung tema “Kolaborasi Antar Sektor dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan untuk Indonesia Emas 2045”, Amin menyebut forum ini sangat relevan menghadapi tantangan ketahanan pangan dan perubahan iklim global.

“Ketahanan dan kedaulatan pangan adalah fondasi utama menuju visi Indonesia Emas. Mahasiswa sebagai agen perubahan diharapkan menjadi motor penggerak inovasi, advokasi kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat pertanian Indonesia,” jelas Amin.

Ia menambahkan, Mukernas juga menjadi ruang dialog strategis antara mahasiswa, pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem pertanian yang tangguh dan berdaya saing.

“Forum ini diharapkan melahirkan program kerja yang implementatif dan mendukung empat prioritas Kementerian Pertanian: swasembada pangan, penyediaan pangan bergizi, hilirisasi pertanian, dan pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel,” ujarnya.

Amin menekankan bahwa kehadiran POPMASEPI membuktikan generasi muda memiliki kepedulian tinggi terhadap masa depan pertanian dan siap berkontribusi dalam mewujudkan kedaulatan pangan Indonesia.

“POPMASEPI bukan sekadar organisasi, tetapi wadah kaderisasi untuk membentuk pemimpin masa depan sektor pertanian. Inilah saatnya mahasiswa mengambil peran strategis, tidak hanya di ruang akademik, tetapi juga di lapangan dan pusat pengambilan kebijakan,” tutupnya.

Penulis : guntar

Editor : ameri

Berita Terkait

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta
Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 19:06 WIB

Beban Pajak Pekerja Disorot, KSPI Usulkan PTKP Naik Jadi Rp7,5 Juta

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Berita Terbaru