RENTAK.ID – Calon Presiden nomor urut 3, Ganjar Pranowo, meluangkan waktu dari kampanye politiknya untuk mengunjungi ulama kharismatik, KH Abdullah Ubab Maimoen, selama tur politiknya di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Kamis (5/1/2023).
Kedatangan Ganjar di Pondok Pesantren Al Anwar di Sarang, Rembang, Jawa Tengah, disambut oleh ribuan siswa yang sudah menantinya. Bahkan Gus Ubab, panggilan akrab dari KH Abdullah Ubab Maimoen, menunggu di pintu masuk.
Setelah memasuki ruangan, sang calon presiden berambut putih itu berbincang-bincang dengan Gus Ubab untuk membahas berbagai hal, termasuk Pemilihan Umum 2024, untuk memastikan bahwa pemilu berjalan secara aman dan lancar.
“Saya meminta doa dan dukungan kalian, terutama agar proses pemilu berjalan dengan lancar,” ujar Ganjar di depan ribuan siswa di Pondok Pesantren Al Anwar.
Ganjar menekankan bahwa apapun hasil Pilpres 2024, Allah SWT telah menentukan siapa yang berhak menjadi pemenangnya. Ganjar berjuang untuk menjadi pemimpin Indonesia.
Selain itu, Ganjar memiliki visi untuk membangun Indonesia menjadi sebuah negara unggul, dimulai dari sektor pendidikan, kesehatan, jaminan sosial, hingga sektor ekonomi.
”Indonesia akan mendapatkan yang terbaik. Allah sudah menuliskan bahwa yang terbaik akan dicapai. Yang harus kita lakukan saat ini adalah berdoa, karena kondisi dunia saat ini tidak baik,” jelas Ganjar.
Selain itu, Ganjar merasa nostalgia saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Anwar. Ia selalu mengingat nasihat yang diberikan oleh KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen.
“Mbah Moen juga memberikan nasihat, termasuk untuk tidak melupakan orang kecil, yang selalu menjadi nilai penting dalam hati saya. Maka dari itu, kami membuat kegiatan untuk membantu mereka, dan itu yang penting,” ujar Ganjar.
Selain itu, Ganjar menyatakan bahwa ia dan putra Mbah Moen, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab dipanggil Gus Yasin, bersama-sama merancang program yang bermanfaat untuk masyarakat.
“Gus Yasin memberikan masukan yang sangat berguna, sehingga kami bisa menerapkan beberapa program. Termasuk program insentif untuk guru Madrasah Diniyah (Madin) dan guru agama yang sedang kami pertimbangkan untuk dinasionalisasikan,” ujar Ganjar. (*)













