Ustadz Abdul Somad Soroti Program Makan Bergizi Gratis, Anak Diberi Makan, Bapaknya Dibiarkan Menganggur ?

- Penulis

Senin, 24 Februari 2025 - 18:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



H. ​​Ustadz Abdul Somad, dalam Acara Maulid Nabi Muhammad Saw 1445, pada Senin 13 November 2023, di Stadium Mini Duri Pokok Jengkol, Kabupaten Bengkalis. (Sumber foto: bengkaliskab.go.id)

H. ​​Ustadz Abdul Somad, dalam Acara Maulid Nabi Muhammad Saw 1445, pada Senin 13 November 2023, di Stadium Mini Duri Pokok Jengkol, Kabupaten Bengkalis. (Sumber foto: bengkaliskab.go.id)

JAKARTA – Sebuah video ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) yang menyinggung program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video tersebut pertama kali diunggah oleh akun @sahabatuaschannel di TikTok dan kemudian menyebar luas di platform X serta Instagram.

Komentar UAS Terhadap Kebijakan MBG

Dalam ceramahnya, UAS mempertanyakan konsep program tersebut.

“Bagaimana bisa anak-anak diberi makan oleh negara, sementara bapaknya dibiarkan menganggur?” ujarnya dalam kajian yang dikutip pada Sabtu (22/2/2025).

Menurutnya, tanggung jawab negara bukanlah memberi makan anak-anak, melainkan membuka lapangan pekerjaan bagi para orang tua agar mereka dapat menghidupi keluarganya sendiri.

“Negara itu harus menciptakan lapangan kerja. Bapaknya bekerja, punya penghasilan, dan bisa memberi makan anaknya yang bergizi. Begitulah seharusnya,”tegas UAS.

MBG Program Prioritas Pemerintah

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Istana Merdeka pada Senin (17/2/2025) menegaskan bahwa program MBG memiliki dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, terutama di daerah-daerah.

“Program makan bergizi gratis ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi, karena uang akan berputar hingga ke tingkat desa dan kecamatan,” kata Prabowo dengan optimis.

Program MBG sendiri menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo. Selain menargetkan peningkatan gizi anak-anak, program ini juga diyakini mampu mempercepat transformasi ekonomi nasional. Prabowo menekankan bahwa optimalisasi MBG masuk dalam delapan kebijakan utama pemerintah untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi pada Kuartal I/2025.

Selain MBG, kebijakan lain yang diambil pemerintah meliputi peningkatan upah minimum provinsi (UMP), percepatan penyaluran bantuan sosial, pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi ASN dan pekerja swasta, serta berbagai stimulus ekonomi, seperti diskon tarif listrik dan subsidi kendaraan listrik.

Prabowo juga menjelaskan bahwa dana sebesar Rp24 triliun dialokasikan untuk MBG dari hasil penghematan anggaran.

“Kita lakukan efisiensi. Ada Rp24 triliun yang digunakan untuk memastikan anak-anak Indonesia tidak kelaparan.”

Ungkapnya saat berpidato dalam perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center, Bogor, pekan lalu.

Kritik Pengamat Terhadap Kebijakan MBG

Meskipun demikian, Center of Economics and Law Studies (Celios) memberikan catatan terhadap pelaksanaan MBG. Peneliti Celios, Bara M. Setiadi, menilai bahwa program ini sebaiknya diterapkan dengan pendekatan yang lebih terarah agar benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.

“Bantuan tidak bisa diberikan secara merata begitu saja. Seharusnya ada skema yang memastikan bahwa program ini menjangkau masyarakat yang paling rentan,” ujarnya.

Menurut Celios, skema MBG yang lebih terarah dapat menghemat anggaran hingga Rp259 triliun, yang dapat dialokasikan untuk program lain yang lebih berpihak kepada masyarakat miskin. Bara menyebut bahwa skema ini seharusnya mengutamakan anak-anak dari keluarga berpenghasilan rendah, ibu hamil, serta mereka yang tinggal di daerah rawan gizi buruk.

Terlepas dari kritik yang ada, pemerintah tetap optimis bahwa MBG akan membawa manfaat besar bagi generasi mendatang.

“Kalau ada anak dari keluarga mampu yang sudah cukup makan, jatah mereka bisa diberikan ke anak lain yang lebih membutuhkan,” ujar Prabowo menutup pernyataannya. (RKL)

Penulis : Rahmat Kurnia Lubis

Editor : Erka

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru