JAKARTA.ID – Pelaksana tugas Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Nizam, mengajak warga kampus dan masyarakat untuk segera melapor jika mengalami atau mengetahui kasus kekerasan seksual.
Hal tersebut diungkapkan saat membuka webinar bertajuk “Teknik Pengasuhan dalam Menghadapi Kekerasan Seksual di Lingkungan Pendidikan Tinggi” yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) di Plaza Insan Berprestasi, Kemendikbudristek, dalam keterangan, Kamis (7/12/2023).
Pada kesempatan tersebut, Nizam menekankan pentingnya membangun kesadaran dan kepedulian warga kampus untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual di lingkungan kampus.
Menurut Nizam, kesadaran dan kepedulian tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab rektor, wakil rektor, PPKS (Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual) atau satgas (satuan tugas) PPKS, tetapi juga menjadi tanggung jawab semua pihak termasuk warga kampus.
Kesadaran dan kepedulian saling peduli antar sesama sangat penting untuk membantu mencegah kasus-kasus kekerasan seksual di lingkungan kampus. Jika ada yang mengetahui kasus kekerasan seksual, maka segera laporkan agar masalah dapat segera diatasi.
Penasehat DWP Kemendikbudristek, Franka Makarim, menegaskan bahwa penanggulangan kekerasan seksual di lingkungan kampus tidak hanya menjadi tanggung jawab semata dari satgas PPKS Kemendikbudristek.
Ia mengajak orang tua, pendidik, dan pendamping dari masyarakat untuk turut serta aktif dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di perguruan tinggi.
Berperan pentingnya keluarga dalam menyediakan edukasi mengenai kekerasan seksual kepada seluruh anggota keluarga sebagai langkah kunci dalam membentuk kesadaran dan pemahaman yang dapat membantu mencegah terjadinya kasus-kasus kekerasan di lingkungan kampus.
Kegiatan DWP Ditjen Diktiristek terus berperan dan terlibat aktif dalam upaya implementasi PPKS di lingkungan perguruan tinggi. Pada webinar yang digelar dalam rangka memperingati HUT-24 DWP dan Hari Ibu ke-95 ini, turut menghadirkan pakar psikologi dan pengasuhan (parenting) Elly Risman untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai teknik pengasuhan yang efektif dalam mengatasi dan mencegah kekerasan seksual di lingkungan pendidikan tinggi.
Materi yang disampaikan diharapkan dapat membawa perubahan pola pikir yang positif dan memberikan solusi konkret untuk mencegah dan mengatasi kekerasan seksual. Penanggulangan kekerasan seksual harus dimulai dari pondasi keluarga untuk merumuskan garis besar haluan keluarga (GBHK), serta kesiapan peran suami istri sebagai ayah dan ibu yang mampu membangun “attachment” dengan buah hati mereka.
Ketua DWP Ditjen Diktiristek, Sri Saraswati Nizam, berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan kepada para anggota DWP di lingkungan Kemendikbudristek untuk mengoptimalkan perannya sebagai ibu dalam keluarga. Sri Saraswati Nizam berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap penurunan angka kekerasan seksual di Indonesia.
Dalam kesempatan yang sama, DWP Ditjen Diktiristek memberikan apresiasi kepada 10 pemenang dari lomba video edukasi tentang pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi. DWP Ditjen Diktiristek telah mengajak mahasiswa dan humas perguruan tinggi untuk mengikuti lomba video dalam rangka kampanye pencegahan kekerasan seksual.
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada insan pendidikan tinggi untuk menciptakan lingkungan kampus yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.













