Toleransi dan Perdamaian Dunia: Pertemuan Puan dengan Paus Fransiskus di Vatikan

- Penulis

Selasa, 19 Desember 2023 - 06:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puan Maharani dan  Paus Fransiskus di Vatikan beberapa waktu llau. (dok. dpr)

Puan Maharani dan Paus Fransiskus di Vatikan beberapa waktu llau. (dok. dpr)

RENTAK.ID – Ketua DPR RI Puan Maharani baru saja melakukan pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan pada Senin (18/12/2023). Pertemuan tersebut melibatkan tidak hanya Puan, tetapi juga Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Wakil Ketua MPR Ahmad Basarah, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, serta Duta Besar RI untuk Takhta Suci Vatikan, Michael Trias Kincahyono.

Terlihat jelas kehadiran Puan ini menunjukan bahwa Indonesia sangat serius dalam menjalin hubungan baik dengan institusi Gereja Katolik dan negara-negara lain.

Selama pertemuan, Puan dan Megawati melihat kembali hubungan Indonesia dengan Vatikan dan apa yang dapat dilakukan untuk membantu perdamaian dunia.

Sebagai cucu Presiden Soekarno, Puan mengucapkan terima kasih kepada Vatikan yang sudah 3 kali memberi bintang kepada Presiden Soekarno di tahun 1956, 1959, dan 1964. Puan juga menyinggung dasar negara Indonesia, Pancasila, yang menjadi landasan dasar bangsa Indonesia yang menghargai kerukunan antar umat beragama. Puan menekankan bahwa Pancasila memperkuat toleransi dan kerukunan antar agama di Indonesia.

Puan sangat berharap agar pertemuan tersebut dapat meningkatkan kerja sama positif antara Indonesia dan Vatikan, khususnya dalam isu perdamaian dunia.

Hal ini termasuk dalam mengatasi krisis kemanusiaan dan perang yang telah memakan banyak korban jiwa. Paus Fransiskus juga berpesan agar seluruh umat manusia menjaga perdamaian dan kerukunan umat beragama untuk dunia saat ini dan masa depan.

Indonesia dan Vatikan harus menjadi pendorong positif perdamaian di dunia, menyelesaikan perang dan konflik, tidak hanya di Indonesia tetapi di seluruh dunia. Pada isu perdamaian dunia ini, Puan menyinggung konflik antara Israel dan Palestina yang masih terjadi di Jalur Gaza dan mengajak Vatikan untuk bersama Indonesia memperjuangkan terciptanya perdamaian di wilayah tersebut.

“Saya mengajak Vatikan untuk mendorong implementasi segera gencatan senjata di Gaza dan memberikan akses bantuan kemanusiaan segera. Akar permasalahan perludiatasi, yaitu memberi kemerdekaan penuh Palestina. Kita juga perlu mendorong implementasi solusi dua negara (two state solution),” ujar Puan.

Di akhir pertemuan, Puan mendapatkan hadiah istimewa yaitu buku karangan Paus Fransiskus. Buku tersebut menceritakan tentang pentingnya menerapkan kerukunan antar umat beragama. Menurut Puan, buku tersebut hampir mirip dengan ideologi Indonesia, yaitu Pancasila yang mengutamakan toleransi dan kebersamaan antara umat beragama. Paus Fransiskus bahkan menandatangani buku itu langsung untuk Puan.

Pertemuan Puan dan Megawati dengan Paus Fransiskus juga dihadiri oleh staf Penasehat pada Dewan Kepausan untuk Dialog Antar Umat Beragama (Pontifical Council for Interreligious Dialogue atau PCID), Pastor Markus yang berasal dari Indonesia. Di Vatikan, Pastor Markus saat ini bertugas antara lain untuk Desk Dialog Katolik-Islam di Asia dan Pasifik.

Sebagai orang Indonesia pertama yang ditempatkan di Kuria Tahta Suci Vatikan, Pastor Markus dipercaya sebagai Wakil Presiden Yayasan Nostra Aetate yang bertugas untuk memajukan Pendidikan Perdamaian dan Pembentukan Duta-duta Perdamaian dari berbagai agama non-Kristiani bertempat di kota Roma dan Vatikan.

Dalam kesempatan ini, pertemuan Puan dan Megawati dengan Paus Fransiskus di Vatikan menjadi suatu kesempatan berharga bagi Indonesia untuk memperkuat hubungan baik dengan institusi Gereja Katolik dan mencari solusi atas masalah konflik di Indonesia dan di seluruh dunia. Semua komitmen yang disepakati diharapkan bisa dijalankan dengan baik dan memperkuat perdamaian dunia.

Berita Terkait

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Berita Terbaru