KOTAWARINGIN BARAT – Kementerian Pertanian (Kementan) menggelar tanam perdana di lokasi optimasi lahan Desa Palih Baru, Kecamatan Kotawaringin Lama, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan swasembada pangan yang sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.
Mentan Andi Amran menegaskan bahwa optimasi lahan adalah langkah strategis dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
“Program ini adalah masa depan bangsa. Dengan dukungan dan kolaborasi bersama TNI dan Polri, kita bisa mempercepat pencapaian swasembada,” ujarnya Kamis (13/2/2025).
Ia optimis program ini dapat menjadi contoh sukses yang dapat diterapkan di berbagai daerah lain di Indonesia.
“Jika kita bekerja lebih keras dan berpihak pada petani, swasembada bukan sekadar mimpi, tapi bisa kita wujudkan bersama,” tambahnya.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Andi Nur Alam Syah, mengungkapkan bahwa pemerintah telah memberikan berbagai bantuan untuk mendukung petani, termasuk pupuk subsidi, bibit unggul gratis, dan pendampingan teknis.
“Tujuan utama kami adalah meningkatkan indeks pertanaman (IP) melalui pengelolaan tata air yang baik dan optimalisasi lahan rawa yang sudah lama dimanfaatkan petani,” jelas Andi Nur Alam Syah.
Ia juga menyoroti potensi besar Kalimantan Tengah sebagai provinsi dengan lahan rawa terluas di Indonesia. “Dengan program ini, kami harapkan petani bisa meningkatkan produksi hingga tiga kali dalam setahun,” katanya.
Penjabat Bupati Kotawaringin Barat, Budi Santosa, menyatakan dukungan penuh terhadap program ini.
“Kami sangat mendukung, karena program ini terbukti meningkatkan indeks pertanaman dan produksi di daerah kami. Ini membawa kita lebih dekat menuju swasembada pangan,” ujarnya.
Koordinator Satgas Swasembada Pangan Wilayah Kalimantan, Brigjen Putra Widiastawa, juga bersyukur atas dukungan penuh dari Kementan terhadap lokasi tanam ini.
“Kami menerima bantuan langsung untuk dua kelompok tani, yaitu Poktan Mitra Tani dan Poktan Suka Tani, di Desa Palih Baru,” ungkapnya.
Menurutnya, lokasi ini memiliki sawah seluas 25 hektare, dengan 18,75 hektare yang rutin ditanami dan menghasilkan rata-rata 4,5 ton per hektare.
“Sebelumnya, lahan ini hanya ditanami sekali setahun. Sekarang, berkat optimasi lahan, kita bisa menanam hingga tiga kali dalam setahun,” pungkasnya. ***
Penulis : dafri jh
Editor : ameri













