JAKARTA – Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa Puspresnas terus memperkuat ekosistem pembinaan talenta nasional melalui berbagai program strategis pada 2026.
Dalam paparannya, Irene mengungkapkan bahwa eksistensi Puspresnas semakin dikenal luas masyarakat, salah satunya melalui penguatan komunikasi publik.
“Bapak dan Ibu tentu sudah mengetahui seperti apa Puspresnas, termasuk dari media sosial kami. Saat ini kami telah memiliki satu juta pengikut, dan itu menempatkan kami di posisi kedua setelah BKHM. Capaian ini tentu berkat dukungan media massa dan para wartawan yang terus membantu menyebarluaskan informasi program kami, bahkan tanpa kami minta. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih,” ujar Irene dalam Dialog Kemendikdasmen, di Tangarang, Minggu (1/3/2026)
Irene menjelaskan, pada 2026 Puspresnas menjalankan lima program besar yang mencakup pembinaan hingga pengembangan talenta nasional.
Program pertama adalah penyelenggaraan ajang talenta tingkat nasional yang tetap dilanjutkan, seperti Olimpiade dan festival siswa di berbagai bidang.
“Ajang nasional tetap menjadi fondasi utama. Dari prestasi di tingkat nasional, anak-anak terbaik akan kami kirim untuk mewakili Indonesia pada kompetisi internasional,” jelasnya.
Program kedua adalah pengiriman peserta didik berprestasi ke ajang internasional sebagai tindak lanjut dari capaian nasional.
Program ketiga adalah kurasi ajang prestasi yang terus mengalami peningkatan pemanfaatan.
“Program kurasi ajang trennya terus meningkat karena semakin luas digunakan, antara lain untuk seleksi penerimaan murid baru, seleksi beasiswa, hingga penerimaan peserta didik di sekolah Garuda,” kata Irene.
Program kurasi tersebut terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMTE), yang menjadi basis data nasional talenta berprestasi.
“Indonesia memiliki talent pool anak-anak berprestasi yang dikembangkan sejak 2023. Saat ini tercatat sekitar 379 ribu peserta didik, dan kami optimistis tahun ini dapat menembus 400 ribu,” ungkapnya.
Program keempat adalah penguatan Bina Talenta Indonesia yang mulai diselenggarakan pada 2025 dan berlanjut pada tahun ini.
“Bina Talenta Indonesia kami fokuskan pada penguatan kompetensi di bidang STEM, coding, kecerdasan artifisial, serta pembentukan karakter,” ujarnya.
Program kelima yang baru diluncurkan adalah beasiswa talenta hasil kerja sama dengan LPDP.
“Beasiswa talenta ini baru kami luncurkan dua minggu lalu sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan peserta didik berprestasi,” tambah Irene.
Menurut Irene, keberadaan program-program tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta unggul yang layak menjadi inspirasi generasi muda.
“Kita melihat bahwa anak-anak berprestasi ini luar biasa. Mereka bisa menjadi simbol sekaligus role model bagi generasi lainnya,” tuturnya.
Ia menegaskan, penguatan ekosistem talenta nasional akan terus menjadi prioritas Puspresnas guna menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.
Penulis : lazir
Editor : ameri












