Talenta Muda Indonesia Makin Bersinar: Program Baru Pembinaan Prestasi Resmi Diluncurkan

- Penulis

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono (foto. lazir)

Kepala Puspresnas Kemendikdasmen Maria Veronica Irene Herdjiono (foto. lazir)

JAKARTA – Kepala Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Maria Veronica Irene Herdjiono, menyampaikan bahwa Puspresnas terus memperkuat ekosistem pembinaan talenta nasional melalui berbagai program strategis pada 2026.

Dalam paparannya, Irene mengungkapkan bahwa eksistensi Puspresnas semakin dikenal luas masyarakat, salah satunya melalui penguatan komunikasi publik.

“Bapak dan Ibu tentu sudah mengetahui seperti apa Puspresnas, termasuk dari media sosial kami. Saat ini kami telah memiliki satu juta pengikut, dan itu menempatkan kami di posisi kedua setelah BKHM. Capaian ini tentu berkat dukungan media massa dan para wartawan yang terus membantu menyebarluaskan informasi program kami, bahkan tanpa kami minta. Untuk itu kami menyampaikan terima kasih,” ujar Irene dalam Dialog Kemendikdasmen, di Tangarang, Minggu (1/3/2026)

Irene menjelaskan, pada 2026 Puspresnas menjalankan lima program besar yang mencakup pembinaan hingga pengembangan talenta nasional.

Program pertama adalah penyelenggaraan ajang talenta tingkat nasional yang tetap dilanjutkan, seperti Olimpiade dan festival siswa di berbagai bidang.

“Ajang nasional tetap menjadi fondasi utama. Dari prestasi di tingkat nasional, anak-anak terbaik akan kami kirim untuk mewakili Indonesia pada kompetisi internasional,” jelasnya.

Program kedua adalah pengiriman peserta didik berprestasi ke ajang internasional sebagai tindak lanjut dari capaian nasional.

Program ketiga adalah kurasi ajang prestasi yang terus mengalami peningkatan pemanfaatan.

“Program kurasi ajang trennya terus meningkat karena semakin luas digunakan, antara lain untuk seleksi penerimaan murid baru, seleksi beasiswa, hingga penerimaan peserta didik di sekolah Garuda,” kata Irene.

Program kurasi tersebut terhubung dengan Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMTE), yang menjadi basis data nasional talenta berprestasi.

“Indonesia memiliki talent pool anak-anak berprestasi yang dikembangkan sejak 2023. Saat ini tercatat sekitar 379 ribu peserta didik, dan kami optimistis tahun ini dapat menembus 400 ribu,” ungkapnya.

Program keempat adalah penguatan Bina Talenta Indonesia yang mulai diselenggarakan pada 2025 dan berlanjut pada tahun ini.

“Bina Talenta Indonesia kami fokuskan pada penguatan kompetensi di bidang STEM, coding, kecerdasan artifisial, serta pembentukan karakter,” ujarnya.

Program kelima yang baru diluncurkan adalah beasiswa talenta hasil kerja sama dengan LPDP.

“Beasiswa talenta ini baru kami luncurkan dua minggu lalu sebagai bentuk dukungan konkret terhadap pengembangan peserta didik berprestasi,” tambah Irene.

Menurut Irene, keberadaan program-program tersebut menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta unggul yang layak menjadi inspirasi generasi muda.

“Kita melihat bahwa anak-anak berprestasi ini luar biasa. Mereka bisa menjadi simbol sekaligus role model bagi generasi lainnya,” tuturnya.

Ia menegaskan, penguatan ekosistem talenta nasional akan terus menjadi prioritas Puspresnas guna menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto
500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik
Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 14:55 WIB

Mahasiswa Indonesia Berpeluang Kuliah di Jepang, Ini Program yang Dibahas Brian Yuliarto

Senin, 2 November 2026 - 11:36 WIB

500 Inovasi Anak Bangsa Siap Dipamerkan di Surabaya, Ada Robot AI hingga Motor Listrik

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Berita Terbaru