Surat Cinta Murid SD di Nias Utara untuk Presiden Prabowo, Cerita Bahagia dari Sekolah yang Berubah

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Senyum malu-malu terlihat di wajah Nasya Losefa Zega (foto. kemendikdasmen)

Senyum malu-malu terlihat di wajah Nasya Losefa Zega (foto. kemendikdasmen)

JAKARTA – Senyum malu-malu terlihat di wajah Nasya Losefa Zega saat berdiri di hadapan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti. Di tangannya tergenggam selembar surat tulisan tangan yang ia beri judul sederhana, “Surat Cinta untuk Pak Presiden”.

Momen itu terjadi saat kunjungan kerja Mendikdasmen ke SD Negeri 077279 Siofabanua, Kabupaten Nias Utara, Kamis (19/6/2026). Di tengah suasana sekolah yang kini telah berubah wajah, siswi kelas III berusia sembilan tahun tersebut menyerahkan surat yang berisi ungkapan syukur sekaligus harapan kepada Presiden RI Prabowo Subianto.

Surat yang ditulis Nasya menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana program pembangunan pendidikan mulai dirasakan langsung oleh anak-anak di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

Saat menerima surat itu, Abdul Mu’ti sempat memastikan bahwa tulisan tersebut benar-benar hasil karya Nasya sendiri.

“Ini kamu tulis sendiri ya?” tanya Abdul Mu’ti.

“Ya, saya tulis sendiri, Pak,” jawab Nasya dengan penuh percaya diri.

Mendengar jawaban tersebut, Mendikdasmen memberikan apresiasi atas keberanian dan kemampuan Nasya menuangkan pikirannya melalui tulisan.

“Bagus sekali. Nanti surat ini akan saya sampaikan langsung kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto,” kata Abdul Mu’ti.

Dalam suratnya, Nasya mengungkapkan rasa bahagianya karena sekolah tempat ia belajar kini telah direnovasi. Kehadiran Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID) juga memberikan pengalaman belajar baru yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.

“Terima kasih, Bapak Presiden. Sekolah kami sekarang sudah direnovasi dan kami belajar menggunakan Papan Interaktif Digital. Saya senang sekali bisa belajar bersama teman-teman,” tulis Nasya dalam suratnya.

Bagi Nasya dan teman-temannya, perubahan itu bukan sekadar hadirnya fasilitas baru. Lingkungan belajar yang lebih nyaman membuat mereka semakin bersemangat datang ke sekolah dan merasa memiliki kesempatan yang sama dengan anak-anak di daerah lain.

Meski berisi ucapan terima kasih, surat tersebut juga ditulis dengan kerendahan hati yang menyentuh.

“Mohon maaf, ini bukan bermaksud merepotkan Bapak,” tulisnya.

Kebahagiaan Nasya semakin lengkap dengan hadirnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mengaku setiap hari menantikan kedatangan mobil pengantar makanan yang membawa menu bergizi ke sekolahnya.

Menurut Nasya, program tersebut tidak hanya membuat dirinya dan teman-teman dapat menikmati makan siang yang sehat, tetapi juga membantu menghemat uang jajan.

“Setiap hari kami menikmati makanan yang enak. Uang jajan yang biasanya saya gunakan untuk membeli makan siang sekarang bisa saya tabung untuk membeli perlengkapan sekolah,” ungkap Nasya.

Di bagian akhir suratnya, Nasya menuliskan janji sederhana yang membuat banyak orang tersentuh. Ia bertekad untuk terus rajin belajar, menghormati guru, dan menyayangi teman-temannya. Tak hanya itu, ia juga menyimpan cita-cita mulia untuk menjadi seorang guru agar suatu hari nanti dapat mengajar anak-anak di kampung halamannya.

Dari sebuah ruang kelas sederhana di Nias Utara, surat kecil karya Nasya menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pendidikan tidak hanya terlihat dari gedung sekolah yang diperbaiki atau teknologi yang dihadirkan. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut tercermin dari tumbuhnya harapan, kebahagiaan, dan mimpi baru di hati anak-anak Indonesia, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat kota.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB