Sumur dari Abad 7 M di Candi Kedaton, Jambi: Memiliki Khasiat Membuat Wajah Muda dan Airnya Bisa Diminum

- Penulis

Rabu, 7 Februari 2024 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumur dari abad ke 7 di Candi Kedaton, Jambi. (lazir)

Sumur dari abad ke 7 di Candi Kedaton, Jambi. (lazir)

RENTAK.ID, JAMBI – Sumur dari abad ke 7 Masehi yang masih bisa digunakan satu-satunya di Indonesia hanya ada di Candi Kedaton, Jambi.

Dalam sejarah, Sumur Kuno kerap kali dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan yang penting bagi masyarakat di masa silam.

Meski begitu, sulit untuk menemukan sumur kuno yang masih ada hingga saat ini. Namun, di Candi Kedaton, Jambi, kita masih bisa menemukan sebuah sumur kuno yang menarik perhatian banyak orang.

Sumur kuno di Candi Kedaton, komples Candi Muaro Jambi, Jambi, memiliki diameter kecil kurang dari 1 meter, terbuat dari batu bata berwarna merah mirip dengan batu yang digunakan untuk membangun candi.

Salah satu hal yang membuat sumur ini istimewa adalah dianggap memiliki khasiat membuat wajah menjadi lebih muda dan airnya bisa diminum.

Menurut Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Jambi, Agus Widiatmoko, sumur ini awalnya digunakan oleh para biksu yang sedang belajar di abad ke 7 – 14 Masehi.

Pengunjung sedang menikmati Sumur dari abad ke 7 Masehi. (lazir)

“Sebelum makan siang, para biksuharus mandi dulu agar bersih sebelum makan siang,” kata Agus.

Kemungkinan besar, air sumur ini digunakan oleh para biksu tersebut untuk diminum.

Meski berusia ribuan tahun, sumur ini masih,” memiliki air yang jernih dan segar, karena sumber airnya alami dan timbul dari dalam tanah. Terlebih lagi, air sumur ini tidak pernah kering meski saat Jambi memasuki musim kemarau.

Tak hanya itu, bentuk dari sumur kuno di Candi Kedaton tidak berbentuk bulat sempurna, melainkan mengikuti tumpukan batu bata yang menjadi penyusunnya. Menurut Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi, bentuk sumur yang tidak bulat sempurna itu memiliki fungsi tersendiri, yaitu supaya bisa dipanjat. Pada masa silam, sumur ini perlu dibersihkan dari kotoran yang masuk agar airnya tetap bersih dan segar.

Maka dari itu banyak orang yang mungkin turun sampai ke bawah untuk membersihkan sumur, dan undakan tangga pada bentuk sumur kuno memudahkan orang tersebut untuk turun ke dalam sumur.

Bahkan, saat berkunjung ke Candi Kedaton, Presiden Jokowi sempat meninjau sumur ini. Untuk menghindari penyalahgunaan sumur, maka sumur diberi papan tutup dan pagar kayu di sekitarnya.

Selain itu, BPCB Jambi juga sudah melakukan penelitian bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk memastikan bahwa air sumur ini layak untuk dikonsumsi.

Tak dapat dipungkiri bahwa sumur kuno di Candi Kedaton menjadi salah satu sumber inspirasi dan pengetahuan bagi kita tentang sejarah dan cara hidup masyarakat pada masa silam.

Berita Terkait

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor
Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A
Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan
Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 167 Bangunan, Keris dan Naskah Kuno Ikut Musnah
Fadli Zon Ajak Anak Indonesia Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A

Jumat, 25 September 2026 - 14:01 WIB

Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan

Rabu, 9 September 2026 - 07:51 WIB

Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru