Sukamta: Indonesia Harus Bergerak Cepat untuk Bebaskan Dokter Hussam Abu Safiya dan Relawan Kemanusiaan dari Penjara Israel

- Penulis

Sabtu, 4 Januari 2025 - 20:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sukamta (dok.pribadi)

Sukamta (dok.pribadi)

JAKARTA – Genosida yang dilakukan Israel di Gaza, Palestina, terus berlangsung tanpa henti selama lebih dari 15 bulan.

Kekejaman ini tidak hanya menyebabkan kehancuran dan penderitaan bagi warga sipil, tetapi juga melibatkan penangkapan serta pembunuhan terhadap ratusan pekerja kemanusiaan yang bertugas membantu para korban.

Salah satu insiden terbaru adalah penangkapan dokter Hussam Abu Safiya, seorang simbol kemanusiaan yang telah mengabdikan hidupnya di Rumah Sakit Kamal Adwan. Dokter Hussam dikenal karena dedikasinya dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Gaza di tengah keterbatasan dan bahaya yang mengancam.

Anggota Komisi I DPR RI, Sukamta, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa tindakan Israel tidak hanya melanggar hak asasi manusia, tetapi juga merupakan pelanggaran besar terhadap hukum humaniter internasional.

“Menurut laporan PBB, lebih dari 230 pekerja kemanusiaan telah dibunuh oleh Israel, sementara ratusan lainnya ditangkap. Ini adalah kekejaman luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern. Ironisnya, dunia internasional tampak tidak berdaya untuk menghentikan kebiadaban ini,” tegas Sukamta, Sabtu 4 Januari 2025.

Ia juga menyoroti dugaan bahwa dokter Hussam dan sejumlah pekerja kemanusiaan lainnya ditempatkan di penjara Sde Teiman, yang dikenal memiliki kondisi sangat buruk. Sukamta menilai hal ini sebagai bagian dari upaya sistematis Israel untuk melumpuhkan layanan kesehatan di Gaza.

“Langkah ini menunjukkan rencana Israel untuk mematikan seluruh akses kesehatan bagi warga Palestina. Tanpa tenaga medis, upaya mereka untuk bertahan hidup akan semakin sulit,” tambahnya.

Sebagai Wakil Ketua Fraksi PKS, Sukamta mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera bertindak. Ia meminta pemerintah menggalang dukungan internasional agar desakan pembebasan dokter Hussam dan pekerja kemanusiaan lainnya semakin kuat.

“Pemerintah Indonesia harus menunjukkan sikap tegas dengan memimpin upaya diplomatik internasional untuk membebaskan mereka. Keberadaan tenaga medis sangat krusial di Gaza, terutama mengingat situasi kesehatan yang semakin memprihatinkan. Tidak hanya demi kemanusiaan, tetapi juga demi menunjukkan solidaritas kepada Palestina yang sedang berjuang,” tutupnya. ***

Berita Terkait

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi
LRT Jabodebek Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Nikmati Perjalanan Kereta, Perkuat Layanan Transportasi yang Inklusif
Mengapa Nyamuk Mengisap Darah Manusia, Ternyata Ada Hikmah dan Fakta Sains yang Menarik

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:42 WIB

GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau

Kamis, 20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali

Berita Terbaru