PADANG – Pemerintah terus mengupayakan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di seluruh Indonesia.
Menteri Pertanian Republik Indonesia (Mentan) Andi Amran Sulaiman, didampingi Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, meninjau langsung penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (16/9/2025).
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dan Wali Kota Padang Fadly Amran. Kehadiran mereka menjadi bukti komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau dan kualitas yang baik.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa pihaknya terus memperkuat distribusi beras SPHP agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Kehadiran kami bersama Menteri Pertanian di Pasar Lubuk Buaya merupakan wujud komitmen pemerintah untuk memantau langsung kondisi pangan di lapangan. BULOG akan terus mengawal distribusi SPHP hingga target penyaluran akhir tahun tercapai, sekaligus memastikan stok beras tetap aman,” ujar Ahmad Rizal.
Berdasarkan data per 15 September 2025, penyaluran beras SPHP di Sumatera Barat telah mencapai lebih dari 8 ribu ton atau sekitar 24 persen dari target 33 ribu ton yang ditetapkan hingga Desember 2025.
Capaian ini mencerminkan keseriusan pemerintah melalui BULOG dalam menjaga kestabilan harga beras sekaligus menjamin keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Dalam peninjauan, Mentan Amran dan jajaran juga berdialog langsung dengan pedagang di beberapa kios, seperti Toko Beras Nides, Toko Beras Ibu Eti, dan Toko Beras Yanti. Para pedagang menyambut positif keberadaan beras SPHP.
Salah seorang pedagang mengungkapkan,
“Beras SPHP ini peminatnya banyak karena kualitasnya bagus. Kami juga tidak mengalami kendala dalam pemesanan, dan pembeli sering kembali karena puas dengan harga dan kualitasnya,” tuturnya.
Mentan Andi Amran menegaskan bahwa program SPHP memiliki dampak signifikan terhadap pengendalian harga pangan.
“Dari hasil pemantauan, inflasi yang sebelumnya berada di angka 2,7 persen kini turun menjadi 2,31 persen. Ini menunjukkan langkah-langkah stabilisasi mulai berhasil. Operasi pasar dan penyaluran beras SPHP akan terus dilakukan agar harga tetap terkendali,” jelasnya.
Selain distribusi melalui jalur resmi BULOG, penyaluran beras SPHP juga melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pangan setempat, koperasi, outlet pemerintah dan BUMN, outlet pangan binaan pemerintah daerah, hingga dukungan aparat TNI dan Polri. Rumah Pangan Kita (RPK) serta jaringan ritel modern juga turut berperan dalam memperluas jangkauan penyaluran.
Pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan instansi terkait dapat menjaga kestabilan harga beras di tengah tantangan fluktuasi harga pangan.
Monitoring yang dilakukan Mentan Amran dan jajaran hari ini menjadi momentum penting untuk memastikan masyarakat, khususnya di Sumatera Barat, tetap dapat memperoleh beras berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Dengan langkah ini, pemerintah optimistis target penyaluran 33 ribu ton beras SPHP di Sumatera Barat hingga akhir tahun dapat tercapai dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Penulis : dafri jh
Editor : ameri













