Skandal Produk Bersertifikat Halal Mengandung Babi, Senator Dailami Desak Evaluasi Menyeluruh

- Penulis

Selasa, 22 April 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga terkejut adanya unsur babi dalam makanan (ilustrasi dibikin oeh chatgpt)

Ilustrasi warga terkejut adanya unsur babi dalam makanan (ilustrasi dibikin oeh chatgpt)

JAKARTA – Terungkapnya sembilan produk makanan yang mengandung unsur babi—tujuh di antaranya telah mengantongi sertifikat halal—membuat publik geger dan kepercayaan terhadap sistem jaminan halal nasional kembali dipertanyakan.

Wakil Ketua Komite III DPD RI, Prof. Dailami Firdaus, menyatakan keprihatinan mendalam dan menilai insiden ini sebagai peringatan keras atas lemahnya pengawasan dalam proses sertifikasi dan distribusi produk halal di Indonesia.

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tetapi bentuk nyata dari pengkhianatan terhadap kepercayaan masyarakat, khususnya umat Muslim yang sangat bergantung pada label halal untuk menjaga kehalalan konsumsi mereka,” tegas Prof. Dailami dalam keterangannya, SeLASA  (22/4/2025).

Temuan ini diungkap oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), yang menyatakan bahwa sembilan produk tersebut mengandung DNA babi. Fakta ini semakin memprihatinkan karena tujuh produk di antaranya telah mendapatkan sertifikat halal dari otoritas terkait.

Prof. Dailami mendesak agar BPJPH segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap akreditasi Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) yang selama ini menjadi ujung tombak dalam proses pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk. Ia menilai perlu ada perombakan sistematis agar celah-celah yang memungkinkan terjadinya kecurangan atau kelalaian dapat ditutup rapat.

“BPJPH harus memperketat akreditasi terhadap LPH. Jangan sampai lembaga pemeriksa malah menjadi titik lemah dalam sistem ini,” ujarnya. “Dan yang paling penting, hasil investigasi harus dibuka secara transparan kepada publik. Kita butuh ketegasan hukum dan keterbukaan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi.”

Selain itu, senator asal DKI Jakarta tersebut juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat, termasuk organisasi masyarakat Islam, dalam melakukan pengawasan independen terhadap produk-produk halal yang beredar di pasar. Menurutnya, pengawasan berbasis komunitas dapat menjadi mata dan telinga tambahan dalam menjamin kehalalan produk.

“Ini bukan sekadar tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab umat. Dengan partisipasi publik, pengawasan bisa menjadi lebih kuat dan menyeluruh,” tutupnya. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Berita Terbaru