KETEGANGAN misi militer pasca tragedi 11 September kembali hadir di layar kaca. Program Bioskop Trans TV malam ini, Kamis (23/4/2026) pukul 21.00 WIB, menayangkan film perang 12 Strong yang mengangkat kisah nyata pasukan elit Amerika Serikat dalam operasi berbahaya di Afghanistan.
Film ini mengisahkan upaya pembalasan atas serangan menara kembar World Trade Center (WTC), dengan fokus pada Kapten Mitch Nelson yang memimpin pasukan khusus untuk menggempur kekuatan Taliban. Dalam misinya, Nelson harus bekerja sama dengan pemimpin milisi lokal, namun kesalahan strategi yang terjadi justru menimbulkan banyak korban di pihak mereka. Di tengah tekanan dan situasi yang tak menentu, mereka dipaksa untuk terus bertahan.
Diangkat dari buku Horde Soldiers karya Doug Stanton, film ini kemudian diadaptasi ke layar lebar oleh penulis skenario Ted Tally dan Peter Craig, dengan kursi sutradara dipercayakan kepada Nicolai Fuglsig.
Sejumlah aktor papan atas turut membintangi film ini, di antaranya Chris Hemsworth, Michael Shannon, Michael Peña, Navid Negahban, serta Trevante Rhodes.
Dirilis pada 2018, 12 Strong meraih skor 6,5/10 di IMDb dan mencatatkan pendapatan global sekitar 67,4 juta dolar AS dari anggaran produksi sekitar 35 juta dolar AS.
Sinopsis Film 12 Strong
Kisah film ini berpusat pada Mitch Nelson, kapten Detasemen Operasi Baret Hijau (ODA) 595 di Angkatan Darat AS. Ia dikenal sebagai prajurit yang loyal, sekaligus sosok suami dan ayah yang penyayang.
Pada 11 September 2001, Nelson baru saja menempati rumah baru bersama istri dan putrinya setelah menerima penugasan baru di bawah Letkol Bower. Namun, hari tersebut berubah menjadi tragedi ketika serangan teroris menghancurkan menara kembar WTC.
Tak lama setelah peristiwa itu, Nelson ditugaskan memimpin Pasukan 595 menuju Afghanistan. Pemerintah AS saat itu menuding Taliban sebagai dalang serangan, sehingga operasi militer pun segera dilancarkan.
Awalnya, penugasan tersebut sempat ditentang oleh atasannya. Namun setelah melalui berbagai pertimbangan, Nelson akhirnya diberangkatkan. Misi dimulai dari Uzbekistan pada 7 Oktober 2001.
Di Afghanistan, Pasukan 595 bergabung dengan Aliansi Utara yang dipimpin Abdul Rashid Dostum. Mereka kemudian disusupkan secara diam-diam menggunakan helikopter MH-47 Chinook.
Setibanya di lokasi, pasukan dibagi dua. Sebagian mengikuti Dostum ke wilayah pegunungan, sementara sisanya bertahan di markas berbenteng yang dikenal sebagai “The Alamo”.
Pertempuran sengit pun tak terelakkan. Seiring waktu, Dostum mulai mengakui kemampuan Nelson dan pasukannya. Bersama-sama, mereka melancarkan serangan terhadap pasukan Taliban yang dipimpin Mullah Razzan.
Namun dalam salah satu pertempuran krusial, kesalahan yang dilakukan Dostum berujung fatal dan menimbulkan banyak korban. Situasi ini memicu ketegangan antara Nelson dan Dostum, yang saling menyalahkan di tengah tekanan perang yang kian memuncak.
Penulis : dafri jh
Editor : ameri













