SORONG – Suasana haru dan penuh semangat mewarnai kunjungan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di SMK Negeri 1 Kota Sorong. Dalam kesempatan itu, seorang siswi bernama Marlince Yadafat membacakan surat berisi ungkapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto atas bantuan pendidikan yang diberikan kepada sekolahnya.
Di hadapan Mendikdasmen, Marlince menyampaikan apresiasi para siswa atas perhatian pemerintah terhadap pendidikan di Tanah Papua, khususnya melalui pembangunan fasilitas sekolah dan program makan bergizi.
“Dengan hormat, kami siswa-siswi SMK Negeri 1 Sorong menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, atas bantuan pembangunan perpustakaan, toilet, dan juga makan bergizi di sekolah,” ujar Marlince, Selasa (26/5/2026).
Ia menuturkan, kehadiran perpustakaan baru membawa perubahan besar bagi semangat belajar para siswa. Menurutnya, fasilitas tersebut membuat murid lebih termotivasi untuk membaca dan memperluas wawasan.
“Dengan adanya perpustakaan yang lebih baik, kami menjadi lebih semangat untuk membaca, belajar, dan menambah wawasan,” katanya.
Tak hanya itu, pembangunan fasilitas toilet juga dirasakan langsung manfaatnya oleh para siswa. Lingkungan sekolah dinilai menjadi lebih bersih dan nyaman untuk kegiatan belajar sehari-hari.
“Kami merasa sangat bersyukur dan bangga atas perhatian pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan di daerah kami,” ungkap Marlince.
Di akhir suratnya, Marlince menegaskan komitmen para siswa untuk menjaga seluruh fasilitas yang telah diberikan pemerintah. Ia berharap dukungan sarana pendidikan tersebut dapat membantu generasi muda Papua berkembang lebih baik di masa depan.
“Demikian ucapan terima kasih ini kami sampaikan atas perhatian dan bantuan Bapak Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti,” tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk tumbuh dan belajar. Menurutnya, sekolah bukan sekadar tempat menuntut ilmu, tetapi juga ruang membangun kebersamaan di tengah keberagaman.
“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Dengan itu, sekolah adalah miniatur Indonesia,” ujar Abdul Mu’ti.
Penulis : lazir
Editor : ameri












