Sekolah Rakyat Indramayu Hampir Rampung, Kementerian PU Kebut Pembangunan untuk Tahun Ajaran 2026/2027

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekolah Rakyat Indramayu (dok. pu)

Sekolah Rakyat Indramayu (dok. pu)

INDRAMAYU – Pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Indramayu terus dikebut agar siap digunakan pada Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Proyek strategis yang digagas Presiden Prabowo Subianto itu kini telah memasuki tahap penyelesaian akhir dengan progres fisik mencapai lebih dari 80 persen.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, tetap mengedepankan kualitas konstruksi sehingga bangunan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Sekolah Rakyat dibangun di atas lahan seluas 9,2 hektare dengan total luas bangunan mencapai 27.372 meter persegi. Kawasan pendidikan terpadu ini juga dilengkapi ruang terbuka hijau (RTH) seluas 69.628 meter persegi yang dikelilingi perkebunan pohon jati sehingga menghadirkan suasana belajar yang asri dan sejuk. Lokasinya pun cukup strategis karena berada tidak jauh dari Gerbang Tol Cikedung.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui penyediaan akses pendidikan yang berkualitas. Karena itu, percepatan pembangunan tidak boleh mengorbankan mutu bangunan.

“Yang paling penting, kualitas bukan sesuatu yang boleh dikorbankan. Saya paling anti mengorbankan kualitas. Apa pun yang terjadi, bangunan Sekolah Rakyat ini harus bertahan lama,” kata Dody, Senin, (29/6/2026).

Salah satu fasilitas unggulan yang disiapkan adalah lapangan sepak bola berstandar FIFA yang menggunakan rumput alami jenis Zoysia matrella Linmer. Lapangan tersebut memiliki ukuran garis 10,5 x 6,8 meter dengan bagian tepi ditanami rumput gajah mini serta dilengkapi lintasan atletik (running track) selebar 7,8 meter. Fasilitas olahraga ini diharapkan mampu mendukung pembinaan sekaligus melahirkan prestasi siswa di bidang olahraga.

Selain fasilitas olahraga, kawasan Sekolah Rakyat juga dibangun sebagai kompleks pendidikan terpadu yang mencakup gedung sekolah untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, laboratorium, asrama siswa, rumah susun guru, gedung serbaguna, guest house, hingga lapangan upacara. Seluruh fasilitas dirancang berada dalam satu kawasan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar sekaligus pembentukan karakter peserta didik.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, mengatakan hingga 28 Juni 2026 progres pembangunan telah mencapai 80,16 persen dengan melibatkan sekitar 920 tenaga kerja. Proyek senilai Rp750 miliar tersebut dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh.

“Saat ini pekerjaan telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing, termasuk penuntasan penutupan atap yang ditargetkan selesai dalam pekan ini,” ujar Tomi di Indramayu, Senin (29/6/2026).

Meski demikian, Tomi mengakui pembangunan sempat menghadapi sejumlah kendala, terutama akses menuju lokasi proyek. Sekitar 2,2 kilometer jalan menuju kawasan sekolah masih belum memiliki perkerasan sehingga perlu segera ditingkatkan.

Menurutnya, Kementerian PU akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Bina Marga untuk mempercepat pembangunan akses jalan tersebut melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), sehingga mobilitas menuju kawasan sekolah menjadi lebih mudah.

Kementerian PU juga memastikan seluruh tahapan pembangunan tetap diawasi secara ketat meski dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat. Pengendalian mutu dilakukan mulai dari pemilihan material, metode konstruksi, hingga pelaksanaan pekerjaan di lapangan agar bangunan aman, nyaman, dan memiliki daya tahan tinggi.

Dengan berbagai fasilitas modern yang dimiliki, Sekolah Rakyat Indramayu diharapkan tidak hanya membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat, tetapi juga menjadi kawasan pendidikan yang hijau, nyaman, serta mampu mengembangkan potensi akademik maupun prestasi olahraga generasi muda.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru