Santri Ponpes Khomsani Nur Rayakan Hari Santri Nasional 2025 dengan Semangat Kebangsaan

- Penulis

Kamis, 23 Oktober 2025 - 06:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Giat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Khomsani Nur, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. (foto. atz)

Giat Hari Santri Nasional (HSN) 2025 di Pondok Pesantren Khomsani Nur, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang. (foto. atz)

LUMAJANG – Momentum Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang jatuh pada 22 Oktober disambut penuh semangat oleh ribuan santri di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Pondok Pesantren Khomsani Nur, Desa Klanting, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Dengan mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia”, peringatan HSN di Ponpes Khomsani Nur diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.00 WIB. Bertindak sebagai inspektur upacara, Pimpinan Pondok Pesantren Khomsani Nur, H. M. Agus Nur Majdi, menyampaikan pesan mendalam tentang semangat perjuangan dan kecintaan santri terhadap tanah air.

“Perjuangan kalian belum ada apa-apanya dibanding perjuangan santri zaman dahulu. Santri hari ini harus patuh, tunduk, dan taslim kepada gurunya. Santri yang pasrah kepada guru berarti pasrah kepada Allah dan Rasulullah. Itulah santri yang sukses,” tegas H. M. Agus Nur Majdi dalam amanatnya, Rabu (23/10/2025)

Ia juga menegaskan bahwa santri masa kini harus menjadi pelanjut perjuangan dengan berperan aktif dalam membangun bangsa melalui ilmu, akhlak, dan karya nyata.

Setelah upacara, suasana semakin meriah dengan penampilan kolaborasi tari sufi dan tari Javen yang dibawakan oleh para santri. Momen paling menggetarkan terjadi saat lagu “Yalal Wathon” dikumandangkan. Para penari sufi dengan anggun mengibarkan bendera merah putih, menciptakan paduan harmoni antara spiritualitas dan semangat nasionalisme.

Peringatan Hari Santri Nasional di Ponpes Khomsani Nur tahun ini tidak sekadar seremoni, tetapi juga menjadi ajang refleksi perjuangan para santri terdahulu serta panggilan nyata bagi santri masa kini untuk mengawal kemerdekaan Indonesia menuju peradaban dunia yang berilmu, berakhlak, dan bermartabat.

Penulis : atz

Editor : ameri

Berita Terkait

Rp4,5 Triliun BOS dan BOP Mulai Disalurkan, Madrasah Bisa Bayar Guru Non-ASN
Lawan Dampak Gawai, Kemendikdasmen Kampanyekan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga
Mendikdasmen: Pentingnya Pengawasan Gawai Anak di Bawah 16 Tahun!
Kemendikdasmen Gandeng 9 Kementerian dan Polri Tangani Kesehatan Mental Anak dan Remaja
Sekolah Bangkit Pascabencana, Ribuan Siswa Sumatra Kembali Belajar
Pendidikan Anak Usia Dini Jadi Fokus Baru Bantuan Sekolah
Anggaran Pendidikan 2026 Melonjak, Guru dan Sekolah Jadi Prioritas Utama
Talenta Muda Indonesia Makin Bersinar: Program Baru Pembinaan Prestasi Resmi Diluncurkan

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 21:07 WIB

Rp4,5 Triliun BOS dan BOP Mulai Disalurkan, Madrasah Bisa Bayar Guru Non-ASN

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:53 WIB

Lawan Dampak Gawai, Kemendikdasmen Kampanyekan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga

Senin, 9 Maret 2026 - 20:15 WIB

Mendikdasmen: Pentingnya Pengawasan Gawai Anak di Bawah 16 Tahun!

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:43 WIB

Kemendikdasmen Gandeng 9 Kementerian dan Polri Tangani Kesehatan Mental Anak dan Remaja

Senin, 2 Maret 2026 - 16:28 WIB

Sekolah Bangkit Pascabencana, Ribuan Siswa Sumatra Kembali Belajar

Berita Terbaru

Bus Damri (dok. rentak.id)

Transportasi

Mudik Lebaran 2026: Tiket Bus DAMRI Mulai Ramai Diburu Pemudik

Selasa, 10 Mar 2026 - 20:44 WIB