Revitalisasi Sekolah di Teluk Bintuni Hadirkan Harapan Baru, Penantian Puluhan Tahun Akhirnya Terjawab

- Penulis

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama murid SD di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat (foto. kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti bersama murid SD di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat (foto. kemendikdasmen)

TELUK BINTUNI – Bagi sebagian sekolah di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pembangunan fasilitas pendidikan bukan sekadar proyek infrastruktur. Kehadiran ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, hingga toilet yang layak menjadi jawaban atas penantian panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.

Program revitalisasi satuan pendidikan yang digulirkan pemerintah kini mulai menunjukkan hasil nyata. Sepanjang 2025, sebanyak 10 satuan pendidikan di Teluk Bintuni berhasil direvitalisasi dengan total anggaran Rp17,5 miliar dan seluruh pekerjaan rampung 100 persen pada akhir Mei 2026.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan pendidikan di kawasan Timur Indonesia. Bahkan pada 2026, jangkauan program semakin diperluas. Sebanyak 25 satuan pendidikan telah menandatangani perjanjian kerja sama revitalisasi dengan nilai anggaran lebih dari Rp20,7 miliar.

Peningkatan lebih dari dua kali lipat dalam setahun itu merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendidikan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan masyarakat setempat.

Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah para kepala sekolah yang selama bertahun-tahun menunggu perubahan hadir di lingkungan belajar mereka.

Penantian Tiga Dekade di SD Negeri 1 Bintuni Timur

Salah satu kisah datang dari SD Negeri 1 Bintuni Timur yang memiliki 149 siswa dan 15 guru. Sekolah ini tercatat menjadi salah satu yang paling lama menanti bantuan revitalisasi, yakni sekitar 30 tahun.

Kepala Sekolah Nirmawati mengenang bagaimana berbagai proposal perbaikan telah berkali-kali diajukan, namun sering kali berakhir tanpa hasil.

Kini, harapan itu akhirnya terwujud. Dua bangunan baru berdiri di lingkungan sekolah, yakni ruang Unit Kesehatan Siswa (UKS) dan fasilitas toilet yang layak.

“Setelah hadir bangunan baru di sekolah kami, siswa dan guru-guru merasa sangat senang dan nyaman di sekolah, karena sudah ada tempat untuk buang air dan tempat untuk istirahat atau berobat ketika merasa kurang sehat saat di sekolah,” ujar Nirmawati.

Menurutnya, fasilitas tersebut membuat proses belajar mengajar menjadi lebih nyaman. Siswa yang mengalami gangguan kesehatan tidak lagi harus mencari tempat berobat di luar sekolah.

Meski demikian, ia berharap program revitalisasi berikutnya dapat menghadirkan laboratorium komputer beserta perangkat pendukungnya.

SMA Negeri Babo Dapat Tujuh Fasilitas Sekaligus

Kisah serupa juga dirasakan SMA Negeri Babo yang berada di wilayah yang hanya dapat dijangkau melalui jalur laut.

Sekolah tersebut telah menunggu sekitar 10 tahun untuk mendapatkan bantuan revitalisasi. Kepala Sekolah Slamet Riyadi mengaku sempat hampir kehilangan harapan setelah berkali-kali mengirimkan proposal pembangunan.

Namun kali ini, bantuan yang datang justru melampaui ekspektasi. Sebanyak tujuh fasilitas berhasil dibangun, terdiri atas dua ruang kelas baru, laboratorium komputer, ruang UKS, ruang OSIS, dua unit toilet, serta rehabilitasi kantor guru.

Fasilitas baru tersebut langsung membawa perubahan signifikan bagi aktivitas sekolah. Selain membuka dua rombongan belajar baru, sekolah kini memiliki ruang praktik komputer yang menunjang pembelajaran sekaligus lingkungan belajar yang lebih tertata.

“Guru dan siswa sangat senang dengan adanya penambahan ruang dan rehabilitasi kantor guru, sehingga menambah semangat baru dan motivasi bagi siswa, serta memungkinkan guru mengoptimalkan kinerja dalam proses belajar mengajar,” kata Slamet.

Ia berharap sekolah-sekolah lain di wilayah terpencil juga segera memperoleh bantuan serupa, termasuk dukungan pengadaan alat praktik pendidikan.

TK Negeri Pertiwi Barma Baru Akhirnya Miliki Fasilitas Permanen

Kebahagiaan juga dirasakan keluarga besar TK Negeri Pertiwi Barma Baru. Sejak mulai beroperasi pada 2010, sekolah ini belum pernah memiliki fasilitas permanen yang memadai.

Enam belas tahun kemudian, kondisi tersebut akhirnya berubah. Program revitalisasi menghadirkan ruang administrasi, ruang UKS, toilet, dan area bermain baru bagi 32 siswa yang dibimbing tiga guru.

Bagi anak-anak yang sebelumnya hanya bermain di halaman sederhana, area bermain baru menjadi daya tarik tersendiri.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan Bapak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah atas program revitalisasi ini. Kami mendapat bantuan yang sangat bermanfaat. Lingkungan jadi lebih nyaman, aman, bersih, dan efisien. Anak-anak pun lebih senang. Mereka mendapat permainan baru dan melihat sekolah mereka yang lebih bersih,” tutur Kepala Sekolah Supriyanti.

Ia mengatakan perubahan tersebut langsung berdampak pada semangat belajar anak-anak. Mereka yang sebelumnya enggan datang ke sekolah kini menjadi lebih rajin, ceria, dan menikmati proses pembelajaran.

Fasilitas Pertama untuk SMP Satu Atap Meyerga

Sementara itu, SMP Satu Atap Meyerga di Distrik Moskona Barat juga mencatat sejarah baru. Selama 16 tahun sejak berdiri pada 2009 hingga 2025, sekolah yang dipimpin Pelaksana Tugas Kepala Sekolah Sepianus Rumbino itu belum pernah memperoleh fasilitas permanen.

Kini sekolah tersebut memiliki laboratorium IPA, perpustakaan, ruang UKS, serta toilet siswa.

“Dengan adanya program revitalisasi ini kami bersyukur, karena ini pertama kalinya mendapatkan fasilitas permanen di wilayah kami,” ujar Sepianus.

Fasilitas tersebut langsung dimanfaatkan dalam kegiatan belajar mengajar. Laboratorium IPA digunakan untuk praktik sains, perpustakaan menjadi pusat literasi dan riset siswa, sementara ruang UKS dimanfaatkan bersama Puskesmas Moskona Barat untuk pelatihan keterampilan hidup dan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K).

Bagi sekolah ini, revitalisasi bukan sekadar pembangunan gedung, melainkan pintu menuju pengalaman belajar yang lebih berkualitas.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebelumnya menegaskan bahwa revitalisasi bukanlah tujuan akhir. Bangunan yang berdiri saat ini merupakan langkah awal untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih bermutu bagi anak-anak Indonesia.

Karena pada akhirnya, makna revitalisasi tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang selesai dibangun, melainkan dari perubahan yang terjadi di dalamnya. Dari siswa yang belajar lebih nyaman, guru yang dapat mengajar secara optimal, hingga sekolah yang benar-benar menjadi rumah kedua bagi anak-anak.

Di Teluk Bintuni, perubahan itu kini telah dimulai.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru