Revitalisasi Sekolah Bawa Dampak Nyata, Masyarakat Sekitar Ikut Rasakan Manfaat

- Penulis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembangunan ruang kelas di SLBN Slawi, Tegal, Jawa Tengah (dok. kemendikdasmen)

Pembangunan ruang kelas di SLBN Slawi, Tegal, Jawa Tengah (dok. kemendikdasmen)

SLAWI – Program revitalisasi sekolah yang digulirkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menunjukkan hasil nyata.

Sejak diluncurkan pada Mei 2025, program revitalisasi sekolah yang dilaksanakan secara swakelola ini tidak hanya menghadirkan fasilitas pendidikan yang lebih baik, tetapi juga memberi dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar.

Salah satunya dirasakan oleh Muhammad Ma’mun, warga Pasarean, Adiwerna, Tegal. Ia kini bekerja sebagai tukang bangunan dalam pembangunan ruang kelas di SLBN Slawi, Jawa Tengah. Dengan lokasi sekolah yang hanya berjarak enam kilometer dari rumah, Ma’mun bisa tetap dekat dengan keluarga sambil memperoleh penghasilan tambahan.

“Kebetulan saya tinggal tidak jauh dari sekolah, jadi bisa bolak-balik tanpa meninggalkan keluarga. Penghasilannya juga lumayan,” ujar Ma’mun, Senin (18/8/2025).

Ma’mun mengaku bangga bisa ikut berkontribusi membangun fasilitas untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Ia menilai revitalisasi sekolah membawa harapan baru bagi siswa dan orang tua agar pendidikan lebih inklusif.

Di SLBN Slawi, pembangunan tiga ruang baru – ruang bina diri dan bina wicara, ruang serbaguna, serta kantin – ditargetkan selesai pada Desember 2025. Kepala SLBN Slawi, Ninik Basri Martini, menegaskan bahwa seluruh pekerja yang terlibat adalah warga sekitar, termasuk beberapa orang tua siswa yang berprofesi sebagai pekerja bangunan.

“Kami ingin prosesnya akuntabel dan transparan, melibatkan komite sekolah, orang tua, hingga mendapat pendampingan teknis dari perguruan tinggi. Bahkan, bahan bangunan kami beli dari toko material lokal,” kata Ninik.

SLBN Slawi merupakan satu dari 156 Sekolah Luar Biasa (SLB) penerima program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Program ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan menjadi prioritas Kemendikdasmen untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Selain SLB, program revitalisasi juga menyasar 604 SMK, 48 SKB, dan 11 PKBM di seluruh Indonesia. Di SMKN 3 Banyumas, misalnya, pembangunan ruang seni musik, kelas, dan toilet melibatkan 40–50 pekerja lokal sehingga manfaat program dapat dirasakan langsung masyarakat.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus, Tatang Muttaqin, menegaskan bahwa revitalisasi sekolah harus memberi nilai tambah bagi masyarakat.

“Kami berharap program ini menggerakkan ekonomi warga sekitar, baik dari pekerja bangunan, penyedia makanan, hingga toko material. Semua dilakukan dengan sistem swakelola yang transparan dan akuntabel,” ujar Tatang.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak segan melaporkan jika ada praktik pungutan liar.

Dengan revitalisasi sekolah, pemerintah berharap kualitas layanan pendidikan semakin merata, inklusif, dan mampu mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai
Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan
SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga
PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut
200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan
Sekolah di Yogyakarta Perkuat Literasi dan Numerasi Lewat STEM Berbasis PISA
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
Dua Ruang Kelas Roboh Akibat Gempa Nagekeo, Guru SD Katolik Doki Tak Berhenti Mengajar

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 09:08 WIB

20 Talenta Vokasi Indonesia Siap Bertarung di WorldSkills Competition 2026 Shanghai

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Kekerasan Anak Terjadi di Rumah, Sekolah hingga Pesantren, DPR Soroti Sistem Perlindungan

Rabu, 16 September 2026 - 14:01 WIB

SatuBeasiswa Indonesia Himpun 465 Jenis Beasiswa dari Berbagai Lembaga

Rabu, 16 September 2026 - 10:23 WIB

PTGMI Lumajang Edukasi 100 Santri, Ajarkan Cara Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut

Minggu, 13 September 2026 - 08:15 WIB

200 Mahasiswa Dikukuhkan di AMN Surabaya, Kemdiktisaintek: Keragaman adalah Kekuatan

Berita Terbaru