Revitalisasi SDN 02 dan 03 Leuwibatu, Siswa Belajar di Rumah Warga hingga Pondok Pesantren

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 15:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru terpaksa mengajar di rumah penduduk karena sekolah revitalisasi SD Negeri 02 dan 03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (foto. lazir-rentak.id)

Guru terpaksa mengajar di rumah penduduk karena sekolah revitalisasi SD Negeri 02 dan 03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (foto. lazir-rentak.id)

BOGOR – Proses revitalisasi SD Negeri 02 dan 03 Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membuat ratusan siswa harus menempuh pembelajaran di lokasi sementara. Mereka kini belajar di rumah penduduk, pondok pesantren, bahkan di rumah guru.

Guru Kelas 6 SDN 03 Leuwibatu, Rejoko Puji Triantoro, mengungkapkan bahwa kondisi bangunan sekolah sebelum direvitalisasi memang sudah tidak layak.

“Sebelum kami melakukan pembelajaran di sini, kondisi kelas cukup memprihatinkan. Tembok mengelupas, lantai berdebu, atap bocor, dan pasir keluar dari dinding,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).

Ia menceritakan, saat musim hujan, proses belajar sering terganggu akibat air masuk ke ruang kelas.

“Kalau bocor, ya kami bersihkan dan pel lantainya. Pagi-pagi kadang becek lagi, tetap kami bereskan supaya pembelajaran bisa berjalan,” katanya.

Meski harus belajar di tempat seadanya, semangat para siswa tetap tinggi.

“Anak-anak tetap antusias. Sesuai arahan Pak Menteri, pembelajaran harus tetap dilaksanakan meski dengan keterbatasan,” lanjut Rejoko.

Namun, ia mengakui bahwa pembelajaran di lokasi sementara tidak seefektif di sekolah.

“Kalau di kelas kan pakai meja dan kursi, sedangkan di sini duduk di lantai. Efektivitasnya sedikit berkurang, tapi kami berusaha membuat suasana tetap menyenangkan,” ucapnya.

Rejoko berharap, setelah proses revitalisasi selesai, kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat berjalan lebih nyaman dan setara dengan sekolah di perkotaan.

“Harapannya nanti pembelajaran lebih efektif, nyaman, dan tidak ada lagi kebocoran. Kami dan anak-anak siap berkorban dulu demi hasil yang lebih baik,” pungkasnya.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ponpes Khomsani Nur Berangkatkan Dua Ustadz ke Kendari untuk Misi Dakwah, Ini Harapannya
Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata
Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman
Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026
Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar
Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Dari Nyaris Roboh Jadi Nyaman, SLBN Indramayu Bangkit Lewat Revitalisasi
Upacara Hari Kartini 2026 di MA Khomsani Nur Klanting Berlangsung Khidmat dan Penuh Makna

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:20 WIB

Mendikdasmen Abdul Mu’ti Tinjau Latihan Paskibra Hardiknas 2026, Soroti Akses Pendidikan Merata

Kamis, 30 April 2026 - 06:52 WIB

Revitalisasi Sekolah di Gorontalo Digeber: Dari Atap Bocor hingga Laboratorium Baru, Siswa Kini Belajar Lebih Nyaman

Selasa, 28 April 2026 - 09:03 WIB

Gotong Royong Sekolah, 89 Siswa SDN Cipayung Ciputat Sukses Ikuti TKA 2026

Sabtu, 25 April 2026 - 09:53 WIB

Kemendikdasmen Perluas PJJ ke 34 Provinsi, Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Kamis, 23 April 2026 - 07:33 WIB

Kesempatan Emas Guru! Program PPG 2026 Dibuka, Cek Syarat dan Cara Daftarnya

Berita Terbaru