Rakornas 2026, Prabowo Dorong Swasembada Pangan sebagai Pilar Utama Pembangunan

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 08:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (dok kementan)

Presiden Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (dok kementan)

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi kunci utama untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat sekaligus kemerdekaan bangsa yang sesungguhnya. Menurutnya, bangsa yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri akan sulit berdiri mandiri.

Penegasan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Senin (2/2/2026). Rakornas ini dihadiri jajaran pemerintah pusat, kepala daerah, kementerian dan lembaga, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dari seluruh Indonesia.

Rakornas 2026 menjadi ajang konsolidasi nasional untuk menyelaraskan langkah pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pelaksanaan program-program prioritas nasional.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kesejahteraan rakyat hanya dapat dicapai apabila kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, terutama pangan, kesehatan, dan pendidikan.

“Fondasi pertama kita, mau tidak mau, adalah swasembada pangan. Tidak ada alternatif. Kalau kita mau merdeka dan sejahtera, kita harus menjamin produksi pangan sehingga bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia,” tegas Presiden.

Ia menambahkan, swasembada pangan merupakan pilar utama dari strategi pembangunan nasional yang saat ini dijalankan pemerintah. Presiden pun mengajak seluruh elemen bangsa, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk bersatu memperkuat kemandirian pangan nasional.

“Swasembada adalah syarat. Itu pilar utama dari strategi yang saya tawarkan dan saya jalankan sekarang. Saya bertekad Indonesia harus mampu mencapai kemerdekaan yang sejati,” ujarnya.

Presiden Prabowo juga memaparkan capaian positif sektor pangan nasional. Sepanjang 2025, produksi beras nasional tercatat mencapai 34,71 juta ton, menjadi angka tertinggi dan mencerminkan kuatnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta petani di seluruh Indonesia.

Selain peningkatan produksi, pemerintah juga mendorong penguatan hilirisasi pertanian guna meningkatkan nilai tambah. Pada 2026, pemerintah menetapkan 18 proyek hilirisasi prioritas, di antaranya industri berbasis komoditas pertanian seperti nata de coco, medium chain triglyceride (MCT), coconut flour, serta oleofood berbasis kelapa sawit.

Sejalan dengan arahan Presiden, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa capaian swasembada pangan merupakan hasil kerja kolektif Kabinet Merah Putih, petani, dan para penyuluh pertanian di seluruh Indonesia.

“Swasembada ini adalah kerja terbaik Kabinet Merah Putih dari gagasan besar Presiden Republik Indonesia dan dari keringat petani Indonesia,” kata Mentan Amran.

Ia menegaskan, Kementerian Pertanian akan terus mengawal kebijakan Presiden melalui penguatan produksi, peningkatan kesejahteraan petani, serta percepatan hilirisasi sebagai bagian dari strategi menuju kedaulatan pangan nasional.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam mempercepat realisasi program prioritas Presiden, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan energi serta membangun perekonomian nasional yang produktif dan inklusif.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup
Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi
Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker
Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani
Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Wamenaker: Kompetensi Jadi Kunci Hadapi Dunia Kerja
Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo Hampir Rampung, Kementerian PU Siapkan Asrama 5 Lantai dan Masjid 4 Lantai
Indrajaya Sentil Kebijakan Pusat: Jangan Cuma Bagus di Atas Kertas, Rakyat Harus Merasakan Dampaknya

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:53 WIB

Sugiono Temukan Akar Masalah Stunting di Subang, MBG Saja Tak Cukup

Minggu, 1 November 2026 - 14:41 WIB

Kementerian PU Buka Pendaftaran P3-TGAI 2027, Siapkan Rp2,99 Triliun untuk 13.296 Lokasi

Minggu, 1 November 2026 - 09:16 WIB

Tak Cukup Bermodal Bakat, 100 Pekerja Musik Difasilitasi Sertifikasi oleh Kemnaker

Minggu, 1 November 2026 - 08:43 WIB

Sawit Terancam Tak Produktif Usai Penertiban Hutan, Tamsil Soroti Nasib Petani

Minggu, 1 November 2026 - 08:32 WIB

Sampah Desa Bisa Jadi Energi, Mendes Yandri Bidik 75.266 Desa

Berita Terbaru