Aksi Cepat TNI AL Gagalkan Masuknya 1.832 Kosmetik Ilegal dari Tawau

- Penulis

Minggu, 26 April 2026 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TNI amankan penyelundupan ribuan kosmetik ilegal (foto. dispenal)

TNI amankan penyelundupan ribuan kosmetik ilegal (foto. dispenal)

JAKARTA – Upaya penyelundupan kosmetik ilegal di wilayah perbatasan kembali berhasil digagalkan aparat. Kali ini, Tim Quick Response Pangkalan TNI AL (Lanal) Nunukan bersama tim gabungan dari Satgas Intelijen Pusintelal dan BAIS TNI mengamankan ribuan produk kosmetik tanpa izin edar yang masuk dari Tawau, Malaysia, Sabtu  (25/4/2026).

Operasi penindakan tersebut berlangsung di Alur Sungai Lalosalok, Sei Pancang, wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Sabtu (25/4). Aksi ini bermula dari informasi intelijen terkait dugaan masuknya barang ilegal melalui jalur perairan perbatasan.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Komandan Lanal Nunukan langsung memerintahkan pelaksanaan Operasi Keamanan Laut Terbatas di Perairan Sebatik. Sekitar pukul 19.30 WITA, tim mendeteksi sebuah speedboat yang bergerak dari Tawau dan melintasi alur Sungai Somel menuju Pangkalan Tradisional Lalosalok.

Petugas kemudian menghentikan kapal dan melakukan pemeriksaan. Awalnya, muatan kapal diklaim sebagai bahan pokok untuk kebutuhan masyarakat Sebatik. Namun, kecurigaan muncul saat ditemukan sejumlah kardus besar yang tertutup lakban rapat. Setelah dilakukan penggeledahan, isi kardus tersebut ternyata merupakan kosmetik ilegal.

Dari hasil operasi, aparat mengamankan total 1.832 item kosmetik ilegal. Rinciannya, sebanyak 98 pcs kosmetik merek Berlian dengan total 392 item, serta 144 kotak kosmetik tanpa merek dengan jumlah mencapai 1.440 item.

Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan kuatnya sinergi antarinstansi dalam menjaga wilayah perbatasan dari aktivitas ilegal yang berpotensi merugikan negara dan masyarakat.

Sebagai tindak lanjut, aparat akan melakukan pendalaman untuk mengungkap jaringan penyelundupan yang terlibat, termasuk mengidentifikasi pemilik barang dan pihak pemesan. Seluruh barang bukti kini telah diserahkan kepada Bea Cukai Kelas II Nunukan guna proses hukum lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.

Keberhasilan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI AL bersama instansi terkait dalam menjaga kedaulatan wilayah serta memberantas praktik ilegal di kawasan perbatasan. Langkah tegas tersebut juga merupakan bagian dari instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KRI Canopus-936 Tiba di Mauritius Usai 8 Hari Menyusuri Samudra Atlantik Selatan
780 Kg Sisik Trenggiling Diselundupkan, TNI AL Ciduk Kapal Vietnam di Banten
KRI Canopus-936 Tiba di Nigeria, Kapal Riset TNI AL Perkuat Jejak Diplomasi Maritim Global
Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar
KRI Bima Suci Kembali Berlayar, Misi Diplomasi dan Promosi UMKM Menembus Dunia
Dari Atlantik ke Nusantara, KRI Prabu Siliwangi-321 Akhiri Misi dengan Parade Laut di Selat Sunda
KRI Canopus-936 Resmi Perkuat Armada, TNI AL Tambah Daya Deteksi dan Pemetaan Laut
TNI AL Tangkap Tug Boat Angkut 35 Ton Solar Ilegal di Perairan Tanjung Piayu

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 08:19 WIB

Aksi Cepat TNI AL Gagalkan Masuknya 1.832 Kosmetik Ilegal dari Tawau

Sabtu, 25 April 2026 - 10:16 WIB

KRI Canopus-936 Tiba di Mauritius Usai 8 Hari Menyusuri Samudra Atlantik Selatan

Kamis, 9 April 2026 - 07:23 WIB

780 Kg Sisik Trenggiling Diselundupkan, TNI AL Ciduk Kapal Vietnam di Banten

Kamis, 2 April 2026 - 11:57 WIB

KRI Canopus-936 Tiba di Nigeria, Kapal Riset TNI AL Perkuat Jejak Diplomasi Maritim Global

Rabu, 1 April 2026 - 05:34 WIB

Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar

Berita Terbaru

Hiburan

El Rumi dan Syifa Hadju Resmi Menikah

Minggu, 26 Apr 2026 - 19:30 WIB