BANTEN – Upaya penyelundupan ratusan kilogram sisik trenggiling berhasil digagalkan TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten di perairan Tanjung Sekong, Merak, Selasa (7/4/2026).
Barang bukti seberat 780 kilogram ditemukan di atas kapal berbendera Vietnam, MV Hoi An 8.
Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli rutin KAL Anyer I-3-64 yang mendeteksi pergerakan mencurigakan kapal tersebut. Petugas kemudian melakukan prosedur penghentian dan pemeriksaan (Jarkaplid) dengan mengerahkan tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure).
Dari hasil pemeriksaan di atas kapal, tim menemukan 26 kardus berisi sisik trenggiling yang disembunyikan di bagian haluan palka. Seluruh barang bukti bersama kapal dan awaknya langsung diamankan ke Markas Komando Lanal Banten untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sementara kapal tetap berada dalam pengawasan ketat unsur patroli TNI AL.
Kapal MV Hoi An 8 diketahui mengangkut muatan resmi berupa steel coil. Namun, kapal tersebut diduga terlibat dalam pelanggaran hukum terkait penyelundupan dan perdagangan satwa dilindungi. Modus operandi masih dalam pendalaman, termasuk dugaan praktik transshipment di tengah laut.
Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga wilayah perairan dari aktivitas ilegal.
“Keberhasilan ini merupakan wujud kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan patroli dan pengawasan wilayah laut serta mencegah segala bentuk kegiatan ilegal, khususnya perdagangan satwa dilindungi yang mengancam kelestarian ekosistem,” ujarnya.
Ia menambahkan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan internasional.
Nilai ekonomis sisik trenggiling yang diamankan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, mengingat tingginya permintaan di pasar gelap internasional.
Penggagalan ini juga merupakan implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali agar seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.
“TNI AL akan terus berkomitmen menjaga kedaulatan serta melindungi sumber daya alam demi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













