780 Kg Sisik Trenggiling Diselundupkan, TNI AL Ciduk Kapal Vietnam di Banten

- Penulis

Kamis, 9 April 2026 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANTEN –  Upaya penyelundupan ratusan kilogram sisik trenggiling berhasil digagalkan TNI Angkatan Laut melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten di perairan Tanjung Sekong, Merak, Selasa (7/4/2026).

Barang bukti seberat 780 kilogram ditemukan di atas kapal berbendera Vietnam, MV Hoi An 8.

Pengungkapan kasus ini bermula dari patroli rutin KAL Anyer I-3-64 yang mendeteksi pergerakan mencurigakan kapal tersebut. Petugas kemudian melakukan prosedur penghentian dan pemeriksaan (Jarkaplid) dengan mengerahkan tim VBSS (Visit, Board, Search, and Seizure).

Dari hasil pemeriksaan di atas kapal, tim menemukan 26 kardus berisi sisik trenggiling yang disembunyikan di bagian haluan palka. Seluruh barang bukti bersama kapal dan awaknya langsung diamankan ke Markas Komando Lanal Banten untuk proses penyelidikan lebih lanjut, sementara kapal tetap berada dalam pengawasan ketat unsur patroli TNI AL.

Kapal MV Hoi An 8 diketahui mengangkut muatan resmi berupa steel coil. Namun, kapal tersebut diduga terlibat dalam pelanggaran hukum terkait penyelundupan dan perdagangan satwa dilindungi. Modus operandi masih dalam pendalaman, termasuk dugaan praktik transshipment di tengah laut.

Komandan Lanal Banten Kolonel Laut (P) Catur Yogiantoro menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan prajurit dalam menjaga wilayah perairan dari aktivitas ilegal.

“Keberhasilan ini merupakan wujud kesiapsiagaan prajurit dalam melaksanakan patroli dan pengawasan wilayah laut serta mencegah segala bentuk kegiatan ilegal, khususnya perdagangan satwa dilindungi yang mengancam kelestarian ekosistem,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan jaringan internasional.

Nilai ekonomis sisik trenggiling yang diamankan diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, mengingat tingginya permintaan di pasar gelap internasional.

Penggagalan ini juga merupakan implementasi arahan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali agar seluruh jajaran meningkatkan kewaspadaan dan memperketat pengawasan di wilayah perairan yurisdiksi Indonesia.

“TNI AL akan terus berkomitmen menjaga kedaulatan serta melindungi sumber daya alam demi kepentingan bangsa dan negara,” tegasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KRI Canopus-936 Tiba di Nigeria, Kapal Riset TNI AL Perkuat Jejak Diplomasi Maritim Global
Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar
KRI Bima Suci Kembali Berlayar, Misi Diplomasi dan Promosi UMKM Menembus Dunia
Dari Atlantik ke Nusantara, KRI Prabu Siliwangi-321 Akhiri Misi dengan Parade Laut di Selat Sunda
KRI Canopus-936 Resmi Perkuat Armada, TNI AL Tambah Daya Deteksi dan Pemetaan Laut
TNI AL Tangkap Tug Boat Angkut 35 Ton Solar Ilegal di Perairan Tanjung Piayu
120 Prajurit TNI AL Kembali dari Misi Perdamaian PBB di Lebanon, KRI SIM-367 Tuai Pengakuan Dunia
BSSA Resmi Bernaung di BPD PHRI Provinsi Bali

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 07:23 WIB

780 Kg Sisik Trenggiling Diselundupkan, TNI AL Ciduk Kapal Vietnam di Banten

Kamis, 2 April 2026 - 11:57 WIB

KRI Canopus-936 Tiba di Nigeria, Kapal Riset TNI AL Perkuat Jejak Diplomasi Maritim Global

Rabu, 1 April 2026 - 05:34 WIB

Timur Tengah Memanas: Pasukan AS Mendarat, Iran Siap Perang Besar

Selasa, 31 Maret 2026 - 13:42 WIB

KRI Bima Suci Kembali Berlayar, Misi Diplomasi dan Promosi UMKM Menembus Dunia

Senin, 23 Maret 2026 - 10:44 WIB

Dari Atlantik ke Nusantara, KRI Prabu Siliwangi-321 Akhiri Misi dengan Parade Laut di Selat Sunda

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB