Rakernas Bulog 2026: Target Serap 4 Juta Ton Beras, Perkuat Cadangan Pangan Nasional

- Penulis

Minggu, 11 Januari 2026 - 15:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani beberkan Rakernas Bulog (foto. lazir-rentak.id)

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani beberkan Rakernas Bulog (foto. lazir-rentak.id)

JAKARTA — Perum Bulog menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) selama dua hari, 11–12 Desember 2026, di Kantor Pusat Bulog, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, dan dilanjutkan pada hari kedua di Kementerian Pertanian RI.

Rakernas ini menjadi momentum penting untuk menyusun strategi penguatan cadangan pangan nasional sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden RI dan Menteri Pertanian terkait keberlanjutan swasembada pangan.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa Rakernas ini merupakan forum strategis untuk menindaklanjuti perintah Presiden dan Menteri Pertanian selaku Kepala Badan Pangan Nasional.

“Rakernas ini tujuannya adalah menindaklanjuti perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto  maupun Bapak Menteri Pertanian, di mana Indonesia dinyatakan sudah swasembada pangan. Atas capaian tersebut, Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder, baik pemerintah, swasta, hingga para petani,” ujar Ahmad Rizal dalam Rakernas Bulog, Jakarta, Minggu (11/1/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran internal Bulog serta mitra kerja yang selama ini berkontribusi menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kami selaku Direktur Utama dan pimpinan Bulog mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Bulog dari pusat hingga daerah, serta seluruh stakeholder pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan para petani. Bulog tidak bekerja sendiri, tetapi dibantu oleh seluruh stakeholder dan petani di seluruh tanah air,” katanya.

Target Serapan Beras Naik Jadi 4 Juta Ton

Dalam Rakernas tersebut, Bulog menetapkan target penyerapan cadangan beras pemerintah sebesar 4 juta ton sepanjang Januari hingga Desember 2026. Target ini meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 3 juta ton.

“Sesuai hasil Rakor Kemenko, target penyerapan beras tahun 2026 adalah 4 juta ton. Ini lebih tinggi dari tahun 2025 yang sebesar 3 juta ton. Karena itu, kami merencanakan langkah sejak dini agar target ini bisa tercapai tanpa mengenal waktu dan tanpa mengenal lelah,” tegasnya.

Selain beras, Bulog juga menargetkan penyerapan komoditas strategis lainnya, yakni:

Jagung sebanyak 1 juta ton

Kedelai sebanyak 70 ribu ton

Minyak goreng sebanyak 720 ribu kiloliter

Untuk penyerapan jagung, Bulog akan bersinergi dengan Polri. Sementara penyaluran minyak goreng akan dilakukan bersama ID Food dan Agrinas Palma ke seluruh Indonesia dengan harga terjangkau.

“Minyak goreng sejumlah 720 ribu kiloliter wajib Bulog bersama ID Food dan Agrinas Palma untuk disalurkan ke seluruh Indonesia dengan harga yang serendah-rendahnya,” jelasnya.

Strategi Kolaborasi Jadi Kunci

Ahmad Rizal menegaskan, strategi utama Bulog dalam mencapai target 2026 adalah memperkuat kolaborasi lintas sektor.

“Strategi yang paling kami tonjolkan adalah strategi kolaborasi. Keberhasilan 2025 itu juga berawal dari kolaborasi yang luar biasa, bahkan bisa dibilang pentahelix. Dari seluruh stakeholder pemerintah pusat dan daerah, swasta, teman-teman media, sampai para petani. Jadi yang utama adalah kolaborasi,” ungkapnya.

Penyaluran SPHP hingga Rencana Ekspor

Rakernas juga membahas strategi penyaluran pangan sepanjang 2026. Bulog menargetkan penyaluran beras SPHP sebanyak 1,5 juta ton yang akan dilakukan sepanjang tahun.

Selain itu, Bulog juga menyiapkan:

SPHP jagung sebanyak 500 ribu ton

Bantuan pangan selama 4 bulan

Penjualan beras premium dan medium sebanyak 2,5 juta ton untuk pasar umum

Rencana ekspor beras sebanyak 1 juta ton

“Mudah-mudahan strategi-strategi ini bisa kami laksanakan sesuai dengan arahan Bapak Presiden. Tahun 2026 Indonesia juga lanjut swasembada pangan,” pungkas Ahmad Rizal.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Pajak Digital RI Tembus Rp58,75 Triliun, Amin Ak Minta Perusahaan Platform Tak Lepas Tanggung Jawab
Hafisz Tohir Soroti Yield SUN 7,75 Persen dan IHSG Anjlok: Alarm Fiskal Mulai Terasa
Tak Cukup Lindungi PMI, Barantin-KP2MI Bidik Peluang Bisnis Setelah Mereka Pulang
BULOG Punya Stok 4,6 Juta Ton Beras, Siapkan Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Nataru
Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:32 WIB

Pajak Digital RI Tembus Rp58,75 Triliun, Amin Ak Minta Perusahaan Platform Tak Lepas Tanggung Jawab

Rabu, 4 November 2026 - 15:35 WIB

Hafisz Tohir Soroti Yield SUN 7,75 Persen dan IHSG Anjlok: Alarm Fiskal Mulai Terasa

Rabu, 4 November 2026 - 10:14 WIB

Tak Cukup Lindungi PMI, Barantin-KP2MI Bidik Peluang Bisnis Setelah Mereka Pulang

Rabu, 4 November 2026 - 08:04 WIB

BULOG Punya Stok 4,6 Juta Ton Beras, Siapkan Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Nataru

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Berita Terbaru